Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
POEDJAN

POEDJAN

Namun peduli setannya lebih besar ketimbang rasa yang sebelumnya sudah dijabarkan oleh logika mereka. “Jangan bicara apa-apa mengenai ini.” “Mati dipancung aku jika iya.” Hebatnya, Mustika tertawa dengan lelucon klasik Amin. Mustika mendongak. Sebetulnya, yang ia lihat selain dagu dengan titik-titik janggut yang keluar dari pori-pori adalah kerutan yang entah mengapa sangat rupawan dilihat dari tempat di mana matanya berada. “Bersedia engkau membantuku mengenai apa yang kulontarkan padamu tadi, Min?”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Primadonaku

Primadonaku

Buron? "Apaboleh buat," Irvan terdiam. Ia merasa ajalnya akan tiba. "Umur manusia di tangan Tuhan," lirih suara Jodi,"Tapi kita perlu waspada," "Ya," angguk Irvan. "Abang tahu nggak masalah penyerangku yang menembak Jojo?" Irvan memandang Jodi. "Dari jenis peluru di tubuh Jojo setelah kuperiksa adalah jenis peluruh ayah angkat," yang dimaksud ayah angkat oleh Jodi adalah Anggoda.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

Ia berusaha membuka mata untuk melihat siapa pemilik suara itu, tetapi kelopak matanya terasa sangat berat. “Pukulan Anda mengenai lambungnya. Dan kebetulan lambungnya sedang kosong karena belum terisi makanan. Itu membuatnya langsung pingsan begitu terkena pukulan. Yang perlu dikhawatirkan adalah apakah lambungnya terluka atau tidak karena pukulan Anda itu. Kami belum bisa memastikannya sekarang karena kami perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Tapi, untuk sekarang, kita tunggu sampai dia siuman dulu.” Kali ini yang terdengar adalah suara laki-laki. Suara Jang Shin Woo.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
PENYESALAN

PENYESALAN

Hasbi pun tertawa sembari menjapit hidung mancung sang istri. *** "Pakeeet ..." teriak suara dari luar. Andin melihatnya lebih dulu, seorang kurir tengah berdiri di depan pintu. Wanita itu membuka pintu, dia tengah perawatan wajah agar tampak terawat dan glowing. "Ya, dari siapa Mas?" tanya Andin. "Di sini tertulis dari pengagum rahasia, Mbak." Andin langsung meraih paket itu. "Makasih ya."
9.7228.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

tanya Zayn sambil melihat lagi pakaiannya. “Bukan pakaian lo yang salah, tapi lo!” Varo pun menunjuk Zayn dengan telunjuknya sambil berkata dengan sinis. “Gue? Kenapa gue?” tanya Zayn lagi sambil tersenyum menggoda Varo yang sudah hampir keluar taringnya. “Ngapain coba senyum-senyum sama Meera? Biar apa?” kesal Varo lagi, ia pun sudah hampir berdiri dari duduknya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Mendadak Punya Cucu

Mendadak Punya Cucu

Author Pov ********** "Ya Allah, Astaghfirullah, Neng Lila!" Pekikan Mbak Susi membuat Ina terlonjak kaget. Mata Ina terbelalak seketika. Detik berikutnya, pandangannya tertuju pada kepala keponakannya yang mengucurkan cairan merah berbau amis. Kemudian beralih menatap nanar tangannya yang gemetar. Tangan yang sebelumnya ia gunakan untuk melukai putri dari kakaknya tersebut.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

#Pura_Pura_Rebahan Part 24 : Pemanis hidup Panggilan pertama dan kedua kuabaikan, hingga akhirnya ia tak menelepon lagi. Aduh, Oppa, aku harus mengirim chat kepadanya agar ia tak menghiraukan chatku yang tadi. [Zidan, sorry, aku salah kirim chat. Tak ada apa-apa, selamat bekerja.]
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Cup Kemudian mengecup keningnya. Membuat darah pada diri Arbel mendidih, marah, marah pada sentuhan yang anak laki laki ini berikan. "Mau tahu kenapa gue masih sekap lo di sini?" Arbel menggeram marah. Di tendang tendangkan kakinya liar, berharap tendangannya cukup kuat untuk menjatuhkan Deran ke lantai. "DIEM!" Plak Kemudian Deran menampar pipi Arbel dengan kencang, membiatnya meringis dan menangis kesakitan.
1016.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
PUZZLE

PUZZLE

“Kenapa sih ngelihat lo makan bawaanya bikin gue kenyang terus ya? Padahal kalau gue ke sini bareng temen-temen, gue bisa nambah sampai 2 kali loh.” “Mungkin karena lo manis kali yaa,” Kini Ning yang berbalik menatap Diran. “Gombalan elo mah gak mempan sama gue, puas!!” Diran berdecak, “Ah.. lo emang bukan partner yang asik buat diajak bercanda. Pulang yuk!”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai pun pun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status