Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ayo Bercerai, Kapten!

Ayo Bercerai, Kapten!

Tapi sekarang. Nathan meremas rambutnya sendiri, frustrasi. Ia tidak ingin mendesak Rachel, tapi ia juga tidak bisa hanya diam dan menunggu tanpa melakukan apa-apa. Lalu, sesuatu menarik perhatiannya. Di sudut dapur, di dekat lemari kecil, ada satu kotak putih seperti kotak p3k. Itu bukan kotak p3k yang dia kenali, karena rasa penasaran Nathan berjalan mendekati tempat tersebut dan mengambil kotak persegi kecil itu. Pria itu membuka penutup kotak itu hingga melihat beberapa botol di dalam kotak itu. Ada dua jenis botol berbeda, dan masing-masing ada tiga botol.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as rasa teh kotak
Show Reviews (3)
Read
+Library
Jeon Shanty
ceritanya bagus dan sedikit mendebarkan seorang kapten yg hampir di tinggal istri yg tdk pernah dia tau kegiatan nya apa di rumah, istri yg selalu di tinggal pergi karena kecintaan nya terhadap pekerjaannya sehingga membuat Rachel putus asa dan memilih untuk berpisah... lanjut Thor seru nih......
Yanti Wijaya
Ceritanya Menarik juga membawa perasaan kita larut dalam alurnya. Sakit bgt ngebayangin jadi Rachel. Moga akhirnya kalian bisa bahagia menjalani rumah tangga yg sesungguhnya bahagia bersama Nathan dan Rachel.
Read All Reviews
Revansha

Revansha

kata bi Imah seraya meletakkan sebuah kotak makan di atas meja makan. “Lho, kok, warna pink kotaknya?” tanya Eca terkejut saat melihat kotak yang disiapkan Bi Imah justru berwarna pink dengan gambar kelinci. “Ini kotak makan kesayangan Non Eca. Bibi pikir Non mau pakai kotak ini,” jelas Bi Imah. “Kalau gitu bibi ganti aja.” Eca mengangguk. Dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan permukaan piring mengiringi sarapan Eca. Gadis itu tersenyum kala mengingat warna kotak makannya tadi.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as rasa teh kotak
Read
+Library
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

“Kau sengaja membawanya ke sini!” Ezwar mengusap wajahnya dengan raut datar. Wajah tampannya malah jadi korban dari semburan air si kembar akibat gebrakan meja yang dilakukan Lidya. Agina? Seolah tahu akan terjadi dengan santainya dia bergeser ke pojok sofa. “Maaf-maaf, kak Ezwar. Kami terkejut tadi.” Menyerahkan kotak tisu. Bibirnya mengatakan maaf tapi getaran di bibir sudah cukup membuktikan Fathan yang menahan tawa.
4.8K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as rasa teh kotak
Read
+Library
Rasa Penentu Segalanya

Rasa Penentu Segalanya

protes Bintang. "Iya deh," balas Maya. "Masha, Kakak itu ganteng. Mungkin Kakak memang bukan manusia, tapi Kakak itu malaikat tampan," jelas Bintang. Masha yang belum mengerti hanya menganggukkan kepalanya, seolah mengerti apa yang diucapkan sang Kakak. "Masha, sini sayang," panggil Maya.
102.6K viewsOn holdAdded to Library 92 Times as rasa teh kotak
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Hanya satu yang aku mengerti yaitu "Cinta itu seperti kotak, Anda tidak akan pernah tahu apa isi dalamnya. Anda hanya akan mengetahuinya jika Anda sudah membuka kotak tersebut, atau Anda bisa tahu jika ada yang membisikannya kepada Anda." Rasanya, agak rumit jika dijelaskan. Lagipula, definisi cinta itu sangat universal. Tidak ada jawaban yang benar-benar pasti. Semua hanyalah asumsi. Kalian akan dihantui rasa ketidaktahuan yang mendalam sehingga kalian akan membela mati-matian demi mempertahankan ketidaktahuan yang terkadang menyesatkan sekaligus membodohkan.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as rasa teh kotak
Read
+Library
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

“Tunggu di sini. Aku yang belikan.” Risa pasrah. Dia tak bisa berkata-kata lagi saat aku turun dari mobil. Tanpa pikir panjang, langsung kusambar keranjang belanjaan warna merah. Mengisinya dengan empat kotak susu UHT ukuran 250 ml. Dua rasa cokelat, dua rasa strawberry. Sebotol air mineral dingin, tiga bungkus roti sandwitch rasa cokelat dan keju, serta sebuah roti isi selai cokelat kacang hijau ukuran besar. Tak lupa Risa juga kubelikan snack kentang rasa rumput laut ukuran paling besar, dan yang terakhir satu pak permen rasa mint.
9.875.6K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as rasa teh kotak
Read
+Library
Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Istri Tanpa Nafkah (Batin)

“Saya nggak ngopi hari ini. Tapi nge-teh.” “Sama aja, dong, Pak. Mau itu kopi atau teh, mereka sama-sama dibuat di gelas yang tetap bisa tumpah seperti kopi kalau tersenggol.” “Emangnya siapa yang bilang saya bikin tehnya pakai gelas? Saya bawa botol,” balas Aditya, “ayo, Jak. Kita masuk, Jak.” "Ayo, Om!" “Kirain mau pakai ember,” sahut Risa saat keduanya berlalu pergi.
1034.8K viewsCompletedAdded to Library 939 Times as rasa teh kotak
Read
+Library
Pak CEO, Tolong Lepaskan Aku!

Pak CEO, Tolong Lepaskan Aku!

Kotaknya berwarna hitam, dengan ornamen emas di setiap sisinya, elegan tapi sederhana. “Ini buat kamu,” ucapnya sambil menyerahkannya ke tangan Zayden. Zayden menatap kotak itu curiga. “Ini … apa?” “Buka aja,” jawab Alisha santai. “Itu akan menjawab rasa penasaranmu, Tuan Zayden.” Zayden mengerutkan dahi. “Jangan bilang ini kayak waktu itu ...” Alisha langsung terkekeh. “Bukan tikus, kok. Tenang aja, sekarang aku udah insaf.”
1055.2K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as rasa teh kotak
Show Reviews (20)
Read
+Library
ms. green
Buku ini tuh bikin hati jedag jedug, sebentar senengtrs tegang, pas bagian nangis g perlu lama2 langsung senyum2 lagi. cerita ringan cuma gak bosenin. Sama aku lg mikir, apa kk ini sebenernya CEO yang nyamar jadi penulis? Kesan suasana kantor tuh dapet banget dan sbg CEO vibesnya gong gitu.
Riri Chan
Aku tuh baca buku k chin ini harus nunggu banyak bab dulu, soalnya suka penasaran kalo baru bab awal biasa masih slow up. ... buku k cinta tuh buat candu banget. bikin deg2an parah setelah puas ketawa-ketawa.
Read All Reviews
Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Begitu sosok mereka tidak terlihat lagi, Owen tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata, “Theresa, ada yang mau kuberikan untuk kalian ....” Owen mengeluarkan empat kotak kecil yang indah, lalu membagikannya kepada Theresa, Yura, Renata, dan Rosa. Kotak itu hanya sebesar sebuah jempol dan terbuat dari semacam bahan unik yang mirip dengan besi dan juga kayu. Di bagian depannya, terdapat sebuah lubang kecil seukuran mata jarum. “Owen, apa ini?” tanya Theresa dan yang lain dengan bingung sambil menatap kotak itu.
8.84.7M viewsCompletedAdded to Library 168.4K Times as rasa teh kotak
Show Reviews (1547)
Read
+Library
Alex NickName
update nya terlalu dikit min, nanggung banget... kalau bisa langsung banyak, toh yg untung juga pembuat juga semisal update nya banyak... bagaimana pun yang suka cerita ini sangat banyak min, dan banyak yang antusias dengan kelanjutan nyaaa... jadi sedikit saran kalau update jangan lama² min hehe ...
Arif Sofian
klo diliat dari beberapa novel yg hampir mirip dg alur cerita yg begini(cuma beda karakter&tempat)ceritanya tuh masih panjang bgt, sampe dimana si MC bkal jdi kultivasi terkuat&smuanya jd pengikutnya. cuma karna udh lama ga baca novel yg alurnya bgini, apa lg ini ceritanya menarik, jd pngn baca lg...
Read All Reviews
Another Side of EARTH

Another Side of EARTH

"Mungkin kalau Primerose sudah bilang duluan, aku tak akan terkejut. Ah, ya! Tunggu sebentar ya! Aku memesan belanjaan online. Kurasa sebentar lagi robot pengantar akan datang." Benar saja terdengar suara kencang dari luar. Azka segera berlari, namanya terus dipanggil oleh robot pengantar. Baru kemudian dia masuk ke dalam sambil membawa satu kotak yang kelihatannya ringan. "Nah, ini untuk kalian! Aku keluarkan dulu ya supaya kalian lihat apa saja isinya." Kotak ini sama seperti Tas Ransel Dimension milik kami. Satu tempat bisa diisi banyak barang. Astaga! Ini semua untuk kami? Kurasa terlalu banyak yang diberikan Azka. Rasanya aku jadi tidak enak.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as rasa teh kotak
Show Reviews (25)
Read
+Library
Susan S
Kak Dita mah nggak perlu diragukan lagi. Tapi btw kok aku lebih suka Scifinya ya daripada genre yg lain yg kakak tulis. Ini tuh gimana ya. Meski baru baca 3 bab tapi asik banget gitu dibacanya. Kayaknya kak dita nyaman sama genre ini. Fellnya nonjok banget. Dan lebih bebas tentunya.
Shell
Scifi memang seru. Btw suka sama gaya bahasanya. Jadi keinget cerpen Millenium 11 karya Kak San. Settingnya sama2 masa depan. Meskipun punya Kak San lebih jauh lagi. Tapi konsep ceritanya sama2 keren.
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status