Sistem Tanpa Batas
* bisik Li Lan, suaranya bergetar dalam frekuensi digital yang menyayat.
Narasi menghabiskan beberapa halaman untuk mendeskripsikan dilema moral ini melalui **The Memory Sorting**. Alur yang lambat memaparkan setiap fragmen yang muncul di hadapan Li Lan: memori Marcus tentang hari kelulusannya di akademi, memori tentang kopi pertama yang ia minum setelah perang, hingga memori tentang wajah istrinya yang telah lama tiada. Li Lan harus membedah mana dari fragmen ini yang paling tidak "vital" bagi fungsi motorik, namun paling "berat" bagi beban sistem.