Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

gerutunya. Reta tiba di rumah dalam keadaan uring-uringan. Dia langsung mengadu kepada Mentari. Kemarin-kemarin Reta tetap tenang karena Mentari dan Ranggi sedang memiliki masalah. Anak itu tidak mau menambah beban mereka.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
KAU HIANATIKU, KUBUAT PUSAKAMU TAK BERKUTIK

KAU HIANATIKU, KUBUAT PUSAKAMU TAK BERKUTIK

ucapku pada Rita sembari menunjuk Tania, sedangkan Tania hanya diam saja, dia tidak berani menatapku. "Salah siapa kamu mandul." jawab Rita lagi. "Tau apa kamu dengan rumahtanggaku?? Bisa kamu tanya pada Tania siapa sebetulnya yang mandul." ucapku sinis. "Sekarang katakan padaku untuk apa kalian kemari dan membuat keributan di rumahku." tanyaku pada mereka.
43.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

"Mana mau. Pernah dijebak juga akhirnya kabur begitu tahu kalau ternyata mau dibawa kedokter." Ria tak berkomentar lebih lanjut. Belum terlintas di kepala mengenai saran apa yang pantas ia sampaikan. Ada sedikit rasa bersalah dan keinginan memenuhi panggilan ibu mertuanya itu. "Di sini juga sudah sepekan banjir, belum ada kabar baik, Bu." Entah mengapa kalimat itu yang justru diambilnya. Tanpa disadari, sepertinya dia sedang mencari penguat alasan untuk pulang ke Semarang.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
ISTRIKU SERING MENANGIS

ISTRIKU SERING MENANGIS

sungutnya kesal. Bersambung
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

“Saat aku frustrasi, apinya menjadi kacau dan melukaiku. Tapi saat aku tenang … apinya menjadi stabil.” Ren menghela napas panjang. Lian tersenyum tipis. “Kalau begitu, jangan marah-marah. Nanti meledak lagi.” Ren tertawa kecil, tawa yang jarang terdengar. “Baiklah. Ayo kita coba lagi. Dengan tenang.” *** Sementara itu, di dalam istana, di sebuah ruang pertemuan formal.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Bubble Gum, Aku Jatuh Ke Pelukan Bosku

Gara-Gara Bubble Gum, Aku Jatuh Ke Pelukan Bosku

ketenangan". Kamu udah nemuin versi tenangmu? Rania menatap layar lama, sebelum jempolnya menari lagi. Martabakmanis_Extrakeju: "Mungkin baru mulai nemu. Kadang tenang itu bukan berarti nggak ada masalah, tapi udah nggak terlalu peduli sama hal-hal yang dulu nyakitin." Balasan dari PangeranBerkudaPutih datang cepat kali ini.
542 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

rutuk Kenny. Setelah di kritik seperti itu, barulah Rookie memperlambat langkahnya sambil menghela napas. “Kau ini benar-benar makin berisik saja ya? Memangnya kenapa kalau kau sibuk? Gatal sekali bibirmu itu untuk bertanya? Kau juga tahu sendiri siapa yang menjadi alasanku jadi sibuk begini,” balas Rookie juga dengan merutuk balik.
94.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Penyamaran Saudara Kembar

Penyamaran Saudara Kembar

Kintan pun akhirnya menguatkan kedua lutut untuk berdiri dan membuka pintu. "Mbak Kintan nggak apa-apa? Maaf, aku nggak bermaksud lancang, tapi aku nggak sengaja dengar suara keributan dari sini," tanya Ratri dengan wajah cemas. Dia memperhatikan bosnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ratri mengesampingkan rasa sungkan untuk memastikan bahwa Kintan baik-baik saja. Masalahnya, Devan keluar dari toko roti dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Mengandung Benih Mantan Setelah Berpisah

Mengandung Benih Mantan Setelah Berpisah

ucap Ryu datar, ia pikir percuma saja berbicara kalau Renata masih berapi-api seperti itu makanya Ryu mencoba mengalah untuk tidak membalas dengan teriakan. Melihat sikap Ryu yang tampak tenang, membuat Renata meradang. Kenapa Ryu bisa sesantai itu padahal masalah yang mereka hadapi bukanlah masalah kecil. “Sudah puas kamu bersama dengan jalangmu itu, Mas!” teriak Renata dengan penuh amarah, masih belum puas menumpahkan kekesalannya. Hatinya sakit tetapi kenapa Ryu tidak ada niatan untuk memperbaiki hubungan dengannya. Sikap Ryu terlalu tenang dan sulit ditebak.
1022.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

sahut Lidia angkuh. “Mohon maaf atas sikap Kenzo dan hal-hal yang membuat kalian tidak nyaman. Lain kali, mari kita lakukan lagi,” ajak Brata. Ia menyayangkan hal seperti ini terjadi. Sebab, pertemuan yang seharusnya berlangsung tenang, malah didominasi keributan-keributan dan perselisihan. “Tidak masalah,” ucap Yudha dan Rianti memaklumi.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status