Di Ranjang Majikanku
Membiarkan Rudi untuk mengurus sisa pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini.
“Astaga, ini kenapa macet banget, sih,” gerutunya sendiri sejak tadi.
Hatinya tak tenang. Binar jarang sakit, dan kalau sampai pingsan, itu artinya tubuhnya sudah sampai pada batasnya.
“Sayang, kamu kenapa?” Dia mengusak rambutnya beberapa kali, sedang tangan satunya memegang setir dengan kuat. Frustrasi.