Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

jawab Reza cepat, berusaha terdengar santai meskipun ada nada bersalah yang gagal ia sembunyikan. Ruby hanya tersenyum kecut di dalam hati. Fokus berdua? Batinnya meradang. Bagaimana ia bisa menceritakan masalah sebesar Dimas, menceritakan ancaman video yang bisa menghancurkan rumah tangga mereka, sementara suaminya sendiri tampaknya belum selesai berurusan dengan masa lalunya?
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Di Ranjang Majikanku

Di Ranjang Majikanku

Membiarkan Rudi untuk mengurus sisa pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini. “Astaga, ini kenapa macet banget, sih,” gerutunya sendiri sejak tadi. Hatinya tak tenang. Binar jarang sakit, dan kalau sampai pingsan, itu artinya tubuhnya sudah sampai pada batasnya. “Sayang, kamu kenapa?” Dia mengusak rambutnya beberapa kali, sedang tangan satunya memegang setir dengan kuat. Frustrasi.
9.6808.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.2K kali sebagai ribut tidak tenang
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
marwatuljannah59 marwatuljannah59
kapan nikahnya ya Bhaga &Binar? greget bgt, pdhl dibikin nikah aja dlu. Bu Nurma mlh dibikin balik ke stelan awal pdhl dia sudah mulai baik sama Binar. stlh Konflik Daniel kirain mau nikah, ehh malah dtg ms lalu .ingin liat binar bahagia jd istri Bhaga. konfliknya udah nikah aj, tapi yang rinagn² aj
Abah
yang diharapkan Bhaga&Binar segera menikah dan bahagia, tetapi bulan msh ingin melihat Binar menderita. Pdhl bu Nurma sdh mulai luluh, tetapi dgn kejadian tertabrak nya Ardan membuat Binar merasa bersalah bgt dan Bu nurma jadi makin membenci Binar. Bosan dgn alur Celia, koq dia kut bgt
Baca Semua Ulasan
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Perintahnya bertentangan dengan aksinya, menunjukkan betapa pria itu telah mengganggu ketenangannya. Sementara Aruna bergumul dengan penawaran misterius itu, di sudut ruangan, Kinanti Atmadja tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Tuan R. Pria itu berdiri di dekat jendela, berbicara dengan beberapa pejabat penting, gesturnya santai namun berwibawa.
10721 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Janggut tipis tumbuh di wajahnya. Vincent duduk di tangga batu di depan pintu sambil meminum wiski seteguk demi seteguk. Sorot tatapannya tampak kosong. Dia jatuh bebas dari puncak kekuasaan ke dalam jurang. "Putra Telantar Keluarga Gredi", "Hak Suksesi Dunia Bawah Tanah Jatuh ke Tangan yang Salah", "Si Pangeran yang Terpuruk Menangis di Jalanan".
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Lanjut Ruben sembari mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. "Lo.... lagi nge halu?" Satria berucap dengan nada mengejek yang dilanjutkan dengan suara tawanya yang menjengkelkan. "Diem nyet." Ruben yang duduk di sebelahnya menepuk punggungnya saat menyadari aku sudah memelototkan mata pada Satria. Satria memang teman kami yang paling tidak waras. Hobi bercanda dan selalu berkata semuanya, tanpa menyaringnya terlebih dahulu."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Melihat kemarahan di wajah Ayah, Tante Sandra juga tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sebagai penopang utama keluarga Limanta, setiap kali Ayah marah, tidak ada yang berani membahasnya lagi. Hanya Kiara yang dengan mata berbinar menarik tangan Ayah sambil bersikap manja. "Om Teddy, jangan marah! Kalau marah, nanti kesehatanmu akan terganggu!" Ayah yang sebelumnya tampak dingin seketika menjadi sangat lembut.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Ry & Ruu

Ry & Ruu

"Aku cuma ngingetin karena sudah tugas aku buat ngingetin. Aku nggak mau ada ribut-ribut." Sindiran Ruu sangat tidak elit. Bukan hanya Rin yang menyadari itu, Ry juga. Sebenarnya dia ingin tertawa, tapi ditahannya mati-matian. Dia harus menggigit pipi dalamnya lebih kuat sedikit dari biasanya. "Aku nggak bikin ribut, tuh." Rin melipat tangan di depan dada. "Aku cuman negur karyawan nggak tau diri aja. Udah malas, sok kenal lagi, nggak guna banget jadi cowok."
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

katanya "Dasar aneh ... katanya cuma pacaran pura-pura kok pakai ada istilah gak rela?" tanyaku menatapnya heran "Emang kamu rela jual tubuhmu?" tanyanya balik bertanya, duh ... pintar banget nih anak memutarkan perkataanku. Membuatku gak bisa lagi berkata-kata. **** "Minta rokok J* S*m Su tiga bungkus!"
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai ribut tidak tenang
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Athanasia

Athanasia

Dalam diam, batinnya menangis tanpa mengeluarkan sedikitpun air matanya (...) "Lo habis cek-cok lagi sama keluarga?" celetuk Radit yang sedang asik menyesap rokoknya. Arsa merebahkan dirinya di sofa, ia menutup matanya tanpa menjawab pertanyaan dari Radit. Sang empu yang melontarkan pertanyaan hanya mendengus kecil menatapnya. "Kapan dah keluarga lo bisa damai? Tunggu lo mati dulu kali ya," cetus Satria membuat Gibran membelalakkan matanya.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Pertengkaran Hati

Pertengkaran Hati

"Kamu masih marah sama saya, Buk?" "Enggak." "Terus kenapa dari tadi cuma diem?" "Lagi kalem aja, Pak," sahutku pelan. "Saya nggak suka kamu kalem, saya mau kamu yang kemarin, Buk. Itu mata kenapa? Sisa semalem nangis?" "Nggak, emang lagi trend mata begini." "Kenapa nggak masuk kerja?" "Malu." "Malu kenapa, Buk?"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status