Pesugihan Kandang Bubrah
“Aku... bau melati. Sangat menyengat. Tapi bukan melati biasa... Ini bau yang sangat kuat, seolah-olah ada bunga melati yang baru dipetik, ditumbuk, dan langsung tercium begitu saja. Sungguh mengganggu.”
Arif merasa darahnya berdesir. Seketika, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Dia tahu apa itu. Bau melati adalah pertanda dari sesuatu yang gelap. Sesuatu yang sudah lama membayang-bayangi hidupnya sejak dia menyetujui ritual pesugihan itu. Dia menunduk, berusaha untuk tetap terlihat tenang.
“Bau apa?” Arif bertanya dengan nada datar, berusaha mengalihkan perhatian Lila.