Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kedua Sang Jenderal

Istri Kedua Sang Jenderal

Ia membanting pintu terbuka, hanya untuk mendapati pemandangan yang sama. Kosong. Ruangan itu kosong. Mata Kaiden melebar. ‘Ke mana perginya mereka semua?!’
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Saat dia melihat ruangan berukuran 7 x 7 meter itu ternyata hanyalah ruang kosong, dan hanya berisi satu set sofa di dalamnya. "Bedebah..! Penyusup cari mati..!" "Keluarlah kalian berdua..! Kalian telah terkepung..! Bangsat..!" D0rr..! Dor..! ... Dorr..!! Dan belum habis keterkejutan Hisashi dan Sasaki di dalam ruang kosong itu, saat terdengar teriakkan marah dan suara tembakkan dari luar bangunan kosong itu.
9.156.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
To The Moon and Back, Only for You

To The Moon and Back, Only for You

Ia baru akan keluar dari lingkaran memory itu saat melihat ada satu ruang kosong tanpa gambar. Hal yang membuatnya tertarik adalah ruangan kosong berbentuk bola itu tampak berputar-putar pelan, seolah ingin mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Gabriel tahu, ruangan kosong biasanya terbentuk karena rasa penyesalan yang besar dan merupakan manisfestasi dari urusan manusia yang belum terselesaikan. Hal inilah yang membuat para jiwa yang baru meninggalkan raganya tidak bisa diproses untuk dihitung amal perbuatannya, sehingga butuh reinkarnasi beberapa kali guna menyelesaikan dulu urusan mereka di dunia.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

kosong. Tak ada perabot. Tak ada barang-barang. Tak ada siapa pun. Ruangan yang seharusnya penuh dengan kenangan masa kecil Murni dan Aji, kini tampak seperti bangunan tua yang lama tak berpenghuni. "Ibu… ke mana semuanya Kenapa kosong?" bisik Murni lirih. Kakinya melangkah masuk, matanya liar mencari sesuatu, apa saja, yang bisa menjelaskan keanehan ini.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai ruangan kosong
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Baca Semua Ulasan
Merayu Kaisar Tua

Merayu Kaisar Tua

Xiao Zhi menggunakan tanda ini untuk memberi tahu orang lain lain kali apakah ruangan itu kosong atau ada pelanggan di dalamnya. Memasuki salah satu ruangan, tidak terlalu besar namun tidak terlalu kecil. Ada jendela yang menunjukkan jalanan di luar restoran. Ada empat kursi dan satu meja lingkaran yang diletakkan di tengah. Ada tempat untuk membakar dupa dan ruang kosong yang memang Xiao Zhi minta siapkan secara khusus untuk para penghibur yang memainkan alat musik di masa mendatang.
9.613.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Kosong itu hidup. Rynor tahu ia tidak boleh menyebutnya “udara,” karena tidak ada yang bisa ia hirup. Tidak boleh disebut “suara,” sebab tidak ada getaran yang bisa ditangkap telinganya. Namun, entah bagaimana, kosong itu berdenyut. Ia bisa merasakannya, seperti jantung raksasa yang tak terlihat, memompa ritme yang bukan darah, bukan energi, melainkan ketiadaan murni.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

Semua disusun rapi, hangat, dan penuh perhatian. Tapi ruangan itu kosong. Tempat tidur tak terisi. Balkon terbuka sedikit. Tidak ada suara dari kamar mandi. Julian berdiri di ambang pintu, memandangi kekosongan itu dengan ekspresi datar. Tak ada kejutan. Tak ada kemarahan. Hanya jeda satu detik sebelum ia bergumam pada dirinya sendiri. “Aku kan sudah bilang... ini yang terbaik.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
Keturunan 100 kg

Keturunan 100 kg

Tertutup dan tak ingin orang lain tahu apa yang sedang dirasakan. Akhirnya kami sampai di kosan lamaku tinggal. Namun, kontrakan sangat sepi dan aku memilih menunggunya di depan kontrakan. Kuketuk pintu perlahan dan karena tak ada jawaban aku menengok ke dalam. Tapi, kok ruangannya kosong? batinku bertanya-tanya. “Ga, temani Mbak ke rumah Bu Kos, kosan ini kosong loh. Nggak ada satupun orang maupun barang yang tersisa di dalam,” ucapku.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Pandangannya bergetar menatap kenyataan tragis yang tersaji di depan mata. Ruangan yang ia bayangkan sebagai ruang temaram penuh harum bunga dan ranjang mewah, ternyata hanyalah ruang kosong dingin, tanpa perabotan, tanpa penerangan yang layak—hanya dinding batu pucat. Dan di dalamnya… Puluhan pria.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai ruangan kosong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status