여기 rumah allah와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 rumah allah와 같은 이야기는 Romansa, Thriller 및 Lainnya 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Marrying Mr Alim 부터 시작해보세요!
Sementara itu, keempat sahabatnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh Siska.
Tapi tunggu!
Tadi Rio mengatakan Jazakillahu khairan. Itu artinya apa, ya?
Di Rumah Alfa
Rosa memperhatikan rumah minimalis bercat biru langit di depannya. Beberapa kali ia mencocokkan dengan alamat yang didapatnya dari ruang TU di kampusnya. Rumah ini memang minimalis, tapi Rosa bisa menebak kalau halaman belakangnya pasti luas.
Protes Ammar yang takut kalau Abah sampai mengamini permintaan Ayudia untuk bercerai dengannya.
"Kita kesana dulu."
Jalan setapak untuk sampai ke rumah tempat tinggal Ayudia hanya mengandalkan pencahayaan dari teras aula pesantren. Dan rumah mungil itu sedikit menjauh dari bangunan-bangunan pesantren. Nyempil di pojokan berteman pohon bambu kuning dan bambu petung.
"Assalamualaikum." Umi mengetuk pintu dan mengucap salam.
asikk cerita nya..
permulaan nya bikin kesel ama watak umi + abi + pameran utama..masing² selfish kasihan ayudia.. byk pengajaran yg bisa jd dukungan dlm cerita ini... sesungguhnya Allah SWT tidak akan membebankan hambanya sesuai dengan kudratnya sendiri....
Ainun Putri
sudah ada beberapa novel kubaca, alur ceritanya sama. hanya saja, para author nya mengemas kisahnya dengan alur sedikit berbeda-beda. Di mana suami istri berpisah dan si istri nikah lagi kemudian suami keduanya meninggal lalu kembali rujuk dengan suami pertama. menurutku ceritanya bagus.
Jangan lupa klik berlangganan ya, biar tak ketinggalan update terbarunya. Terima kasih.
Semoga semua pembacaku sehat dan selalu diberi kelancaran rizki oleh Allah.
*****************************************
Part 14
Rumah Incaranmu Menjadi Milikku
kata oma.
“Insya Allah oma” kata Alya sambil berlalu mengikuti langkah kaki mbok Darmi.
Alya mengikuti mbok Darmi yang masuk ke dalam rumah oma. Sampailah mereka di dapur rumah megah ini. Peralatan masak yang lengkap mulai dari blender, juicer, pan, cooper dan barang-barang mahal lain yang Alya tak tahu namanya. Mbok Darmi masih terus berjalan melewati dapur mewah rumah ini dan sampai ke sebuah ruangan yang terdiri dari tiga pintu dengan jalan kecil yang tersambung dengan rumah besar oma.
Izzuddin menatap punggung mungil berperut buncit itu tajam, dalam hati Izzuddin bersumpah akan menghukum wanitanya itu.
Hufftt...
Banyaknya jamaah subuh meramaikan bangunan suci tempat umat islam berkumpul untuk berdoa, bangunan berkubah emas itu berdiri tepat bersebelahan dengan mansion besar nan megah itu. Sautan 'Allahu Akbar' yang di pimpin Izzuddin sendiri sebagai imam jamaah begitu lantang dan serempak. Syilla yang hanya berada di shaf pertama bagian jamaah perempuan hanya bisa tersenyum hangat.
Pagi-pagi buta aku menerima pesan dari Mas Bayu. Suara sendok dan panci yang saling beradu membuat Ibu tertarik datang ke dapur. Dia menemukanku sedang ribet mengurus bahan-bahan untuk memasak makanan.
“Ibu kira ada apa suara ribut di dapur. Kamu lagi masak apa, Dew?”
“Hehe, Dewi mau masak bubur buat Mas Bayu. Hari ini dia sakit.”
Ia harus tenang agar otaknya bekerja lancar.
Ujian terakhir dilakukan di sebuah gedung. Bangunan yang menyerupai sebuah rumah ibadah umat Katholik itu milik Dare Devil. Aaron menyebutnya Devil House. Jelas saja, dari namanya, bangunan ini jelas memiliki aura iblis.
Entah apa yang ada di dalamnya. Yang jelas bukan iblis seperti setan maupun hantu. Melainkan malaikat pencabut nyawa berwujud manusia yang siap menjemput maut.
"Haaaaa? Rumah siapa ini, Pa?"
Aliyah terkejut dengan pemandangan di depannya. sebuah rumah mega minimalis seperti yang ia kagumi selama ini. Didominasi oleh warna putih dan biru lembut, membuat Aliyah terkagum-kagum. Sebuah taman dengan bunga yang sedang bermekaran dan bonsai yang tertata rapi juga terdapat didepan salah salah satu sisinya.
"Nah, Ma. Ini adalah hadiah khusus untukmu. Sebagai hadiah telah mengandung anak kita." Ucap Rama lembut.
Dan mungkin ini cara Allah untuk mengubah hidup kami semua.
****
Sesampainya kami di rumah Ayah. Ternyata disana sudah ada Bang Arham dan juga Mbak Lila, ibunya Bang Arham, serta anak-anaknya. Ramai sekali rumah Ayah, karena riuh dengan suara cucu-cucunya.
Rumah Ayah jauh lebih besar dari yang aku duga. Dan jujur saja aku semakin terpukau dengan semua ini. Secepat ini engkau menaikkan derajat kami berdua ya Allah?
Karena selama ini, melaksanakan sholat di dalam kamar bagiku sudah cukup.
"Iya, Kakak terlalu sibuk memperluas rumah, tapi tidak memikirkan hal seperti itu," sesalku merasa bersalah. Mamak di kampung saja menyediakan satu ruangan khusus di rumahnya untuk melaksanakan sholat. Tapi, rumahku yang megah ini malah tidak menyediakan sepetak kamar pun untuk beribadah.
"Renita ... tunggu!" Teriakan seseorang membuyarkan lamunanku tentang perubahan Marwah yang begitu drastis.