Rumah Tanpa Sosok Papa
"Susan, aku ini Papamu. Kenapa kau memanggil Papa dengan Om?"
Susan menatap lurus ke arah Ronaldo. Mata Susan memerah, tapi anak itu sama sekali tidak menangis.
"Bukannya Om yang sudah meninggalkan kami?"
Bibir Ronaldo bergetar. "Papa tidak pernah meninggalkan kalian."
Susan menggelengkan kepala dan berkata, "Om sudah meninggalkan kami. Waktu kakiku keseleo di sekolah, Om pergi dari rumah sakit karena Lina mengalami mimpi buruk. Mama harus menggendongku pulang ke rumah sendirian. Saat aku mengadakan resital piano, Om sudah berjanji akan datang. Tapi Om malah pergi di tengah acara karena Lina ada pertunjukan bakat. Aku sudah memenangkan juara pertama, tapi Om tidak ada di sana."