SYAIR SINGGASANA 2 : DARAH PARA RAJA
Saat itulah aku mendengar namaku pertama kali disebut semenjak kedatangan Paduka Maharaja kembali, aku yang sejak tadi hanya mengekor dari kejauhan dengan sigap mendekati Sang Raja junjunganku.
“Daulat, Paduka…” aku menunduk takzim.
“Kau melakukan titahku, Mahapatih?” tanya sang raja.
Aku masih menunduk, tak ada keberanian bagiku untuk menatap wajahnya langsung, “Sudah, Paduka. Saya telah mengantarkan Pangeran Candrakumara beserta Putri Nilam Kusuma ke Nagaramadya dengan selamat pekan lalu, saya harap mereka bisa menikmati waktu mereka di sana, Paduka.”
Bab Populer