SARANG PREDATOR
Kata-kataku yang ingin aku ucapkan sekonyong-konyong hilang dan yang membuatku ngeri, air mata mengalir di mataku.
Aqmal berjalan ke arahku, aku melihat kilatan seorang predator di matanya.
Seharusnya aku yang menghadapinya, tetapi sekonyong-konyong aku tersadar saat dia bergerak mendekat, lebih cepat, bukan meminta maaf, tidak mundur, tidak menyesal, tetapi … justru seperti ingin mengintimidasiku.
Aku mengejar pemerkosa sampai ke kamar tidurnya. Itu mengerikan, kan?