Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Pada hari anakku selesai ujian masuk universitas, aku meninggal di rumah sakit karena kanker stadium akhir. Sementara itu, suamiku sedang memeluk mantan kekasihnya di hotel dan berkata, "Cepat atau lambat, wanita tua itu akan kasih tempat buat kamu." Anakku berpesta semalaman di bar, mabuk-mabukan sambil mengeluh kepada temannya, "Ibuku itu maunya mengatur seluruh hidupku. Aku malah pengen jauh-jauh darinya." Mertuaku mengobrol dengan tetangga, "Seharian dia nggak melakukan apa-apa, cuma tahu makan saja. Aku menyesal punya menantu kayak dia!" Aku sudah tidak bisa membantah mereka lagi. Kali ini, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as sekeluarga
Read
+Library
Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang

Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang

Saat ulang tahunku, Mon Devan, memberiku kalung mutiara almarhum istrinya yang meninggal. Aku memakainya untuk makan malam. Putra tiriku, Liam, sangat marah dan menyiramku dengan anggur merah. Aku pun menjadi lelucon dalam pesta itu. "Dasar pelacur." Dia mendesis. "Kamu pikir karena memakai perhiasan ibuku, kamu bisa jadi dirinya?" Dia menatapku dengan tatapan sedingin es. Lalu berteriak, "Keluar dari rumahku!" Ibunya meninggal saat dia masih bayi, aku yang membesarkannya. Seseorang pasti sudah memengaruhinya. Mereka memberitahunya kalau akulah yang membunuh ibunya. Sekarang, dia berpikir akulah pelacur berakal busuk yang menjebak ayahnya. Dan bagaimana dengan ayahnya? Suamiku? Dia tidak pernah melihatku. Dia hanya melihat hantu Karina. Hatiku tidak hanya retak, tapi hancur. Mereka tidak mencintaiku, tidak juga peduli padaku, jadi aku pergi. Lalu kenapa... Setelah aku sepenuhnya pergi, mereka merangkak memohon padaku untuk kembali?
10.3K viewsCompletedAdded to Library 349 Times as sekeluarga
Read
+Library
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera. Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat. Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal. "Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?" Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi. Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah. "Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!" Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.
8.4K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as sekeluarga
Read
+Library
Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Kakak sepupu, Irene Candra, menggunakan komputerku dan lupa keluar dari WhatsApp. Aku membantu mengeluarkan akun WhatsApp-nya. Sebuah pesan grup muncul di layar. [Demi merayakan nilai ujian Felix yang makin meningkat, malam ini kita makan malam sekeluarga.] Aku penasaran dan membuka pesan di grup itu. Di grup itu ada empat orang. Ayah, Ibu, adikku Felix, dan Irene. Felix membalas, [Cuma kita berempat, Clara nggak diajak?] [Siapa suruh dia terlalu pelit, nggak mau berbagi apel dengan kakak sepupunya sendiri.] Aku tertegun, ternyata sudah lama aku dianggap orang luar di keluarga ini.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as sekeluarga
Read
+Library
Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Malam setelah aku didiagnosis hamil, vilaku tiba-tiba terbakar. Aku menahan rasa sesak dan mempertaruhkan nyawaku untuk berlari ke kamar putraku. Namun, ternyata tidak ada siapa pun di dalam sana. Tiba-tiba, aku mendengar sorakan bahagia di luar sana. "Kak Tasya, kamu keren sekali. Kamu pasti dapat juara satu pada lomba nanti!" Aku ingin menegur putraku yang membuat onar ini, tetapi tubuhku malah tertimpa tembok yang runtuh. Ketika kesadaranku mulai melemah, aku mendengar suamiku yang selalu bersikap tegas, memuji keberanian seorang wanita. Jika tebakanku tidak salah, seharusnya suami dan anakku membakar vila ini demi menyenangkan hati wanita itu. Aku hanya bisa menatap pintu yang begitu dekat denganku. Sebelum mati, aku mengirim sebuah pesan kepada suamiku.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as sekeluarga
Read
+Library
Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pada hari ketika aku dikonfirmasi menderita kanker, suamiku menampar wajahku dan berkata, “Kau begitu keji dalam hatimu, bahkan ingin merebut penyakit adikmu.” Anak kami berteriak, “Mama sangat jahat, aku benci Mama.” Aku tidak menangis dan tidak membuat keributan, hanya diam mengemas lembar pemeriksaan, sambil memilihkan liang kubur untuk diriku sendiri. Lima belas hari lagi, aku akan pergi dari kota ini, menyelip ke dalam sunyi, seperti bayangan yang menghilang. Saat semuanya berakhir, aku ingin bahkan penyesalan mereka pun tak sempat menemukan aku.
4.6K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as sekeluarga
Read
+Library
Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

Dalam perjalanan merayakan ulang tahun anakku, aku mengalami kecelakaan mobil. Saat terbangun, aku melihat anggota keluarga mengelilingi ranjang rumah sakit, lalu aku bercanda, "Maaf, kalian siapa?" Aku menahan tawa, ingin melihat bagaimana mereka akan menghiburku, si "pasien amnesia" ini. Apakah ibu dan suamiku akan menggenggam tanganku dengan penuh kasih? Atau anakku akan menerjang sambil menangis memanggil Mama? Namun aku tidak menyangka, mereka malah tertegun sejenak, lalu sama-sama menghela napas lega. Ibuku yang pertama kali berbicara, suaranya terdengar lega, "Bagus juga kalau lupa. Sebenarnya kamu cuma anak angkat Keluarga Kurniawan. Bella-lah putri kandung Keluarga Kurniawan yang sebenarnya." Suamiku juga menunjuk ke arahku, lalu berkata pada anak kami, "Kamu seharusnya panggil Tante." Belum sempat aku pulih dari keterkejutan, kulihat anak yang selama ini kulindungi mati-matian, menoleh dan langsung berlari memeluk putri palsu itu. "Mama! Aku seharian tadi main di luar, kangen sekali sama Mama!" Ternyata, amnesia ini malah persis seperti yang mereka harapkan. Kalau begitu, semua yang palsu ini, tidak perlu lagi dipertahankan.
3.3K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as sekeluarga
Read
+Library
Kisah Cinta Yang Telah Usai

Kisah Cinta Yang Telah Usai

Pada hari Jason direbut oleh putri dari keluarga kaya, aku mendapati diriku hamil. Delapan bulan kemudian, saat dia sibuk mempersiapkan pernikahan termegah abad ini untuk Yura, aku berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan Theo. Kemudian, sebuah berita baru muncul …. Pewaris Grup Sentanu, Jason Sentanu, mengalami kecelakaan saat balapan mobil di tengah malam. Yura terluka parah, sementara Jason kehilangan kemampuan untuk memiliki anak untuk selamanya. Aku takut dia akan merebut Theo, jadi aku bersembunyi darinya selama lima tahun. Hingga pada pesta ulang tahun ibu Jason, Nyonya Mira, aku ditugaskan sementara sebagai pelayan. Theo yang berada di ruang istirahat tanpa sengaja berlari keluar, dan bertabrakan langsung dengan Nyonya Mira. Suasana di ruangan itu seketika menjadi hening. Wajah anak itu ... mirip sekali dengan Jason saat masih kecil! Jason menerobos kerumunan dan berlari mendekati Theo, suaranya serak hingga intonasinya berubah. "Nak, siapa nama orang tuamu?" Theo ketakutan, lalu berteriak sambil menangis. "Ibu …. Aku nggak bisa menemukan ibuku." "Namanya Nancy."
1.3K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as sekeluarga
Read
+Library
Penyesalan Seorang Komandan

Penyesalan Seorang Komandan

Setelah terlahir kembali, Sheila Santoso seolah-olah berubah menjadi orang yang berbeda. Dia tidak lagi bangun sebelum fajar, dan menghitung waktu dengan cermat untuk menyiapkan sarapan hangat bagi Jevan Ferdinan, memasukkannya ke dalam termos makanan, lalu mengantarkannya sampai ke markas resimen hanya agar suaminya bisa menikmati masakan rumah. Dia juga tidak lagi menjemput anaknya di tempat penitipan setiap sore, menggandeng tangan putranya sambil mendengarkan celotehan si kecil tentang lagu baru yang dipelajarinya hari itu. Bahkan ketika putranya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat di rumah sakit, dia tetap tidak menghiraukan puluhan panggilan telepon dari Jevan. Baru pada panggilan ke tiga puluh delapan, akhirnya dia menerima telepon itu dengan santai. Suara Jevan yang semula penuh kecemasan kini seperti menahan amarah, "Jodi kecelakaan. Apa kamu tau?" Sheila menggenggam gagang telepon, pandangannya tetap tertuju pada dokumen di hadapannya. Suaranya tenang tanpa emosi, "Tau. Bukannya kamu udah nelepon puluhan kali?"
4.9K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as sekeluarga
Read
+Library
Kehangatan Yang Datang Terlambat

Kehangatan Yang Datang Terlambat

Sahabat masa kecil dan adikku sama-sama jatuh cinta pada murid kurang mampu yang pindah ke rumah kami. Setelah melihatnya merebut semua kasih sayang keluarga dan cinta dariku, aku memutuskan untuk menghilang dari rumah ini selamanya. Setelah aku pergi, pria yang pernah berkata ingin aku mati justru mencariku seperti orang gila.
5.3K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as sekeluarga
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status