Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Suamiku selalu dipuji oleh teman-teman sebagai suami idaman. Semua orang bilang dia begitu mencintaiku dan menjagaku sepenuh hati. Hingga akhirnya aku pergi melakukan pemeriksaan kehamilan. Kakak sepupuku meneleponnya untuk berpamitan sebelum bunuh diri. Tanpa ragu sedikitpun, dia meninggalkan aku yang sedang hamil enam bulan dan pergi menemuinya dengan panik. Ibuku malah memintaku untuk berlapang dada dan ‘meminjamkan’ suamiku pada kakak sepupuku yang sedang depresi. Abangku juga memarahiku, “Kamu bisa tetap tinggal di rumah ini juga karena Susan membelamu! Jadi, apapun yang dia mau, kasih saja padanya!” Aku merasa ini sungguh keterlaluan. Padahal aku adalah keluarga kalian yang sebenarnya, dia hanyalah pencuri yang merebut posisiku. Namun, saat akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan kalian semua, kenapa justru kalian yang menyesalinya?
11.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Kematian yang Diharapankan Suamiku

Kematian yang Diharapankan Suamiku

Saat hamil tujuh bulan, aku meninggal dan dalang di balik semuanya adalah suamiku sendiri. Suamiku mendengar kabar bahwa darah bayi prematur bisa menyelamatkan adikku. Oleh karena itu, dia bersekongkol dengan klinik haram untuk membelah perutku dan mengeluarkan bayiku. Setelah menguras darah bayi itu, dia pergi begitu saja dan meninggalkan bayi prematur itu lemah hingga akhirnya mati. Setelah kejadian itu, orang tuaku berkata, "Ini adalah utangmu pada Yurike, sudah waktunya kamu membayarnya." Suamiku berkata, "Nanti kita masih bisa punya anak lagi. Apa nyawa anak itu lebih penting daripada nyawa Yurike?" Karena emosi yang meluap, aliran darahku kacau dan memicu pendarahan hebat hingga akhirnya aku meninggal. Saat kesadaranku melayang di udara, aku melihat suami dan orang tuaku sibuk mempersiapkan operasi untuk adikku Mereka bahkan tidak sempat mengganti jasadku dengan pakaian jenazah yang bersih. Tak ada yang menangis untukku dan tak ada yang menjadi gila karena kepergianku. Seluruh keluargaku mendorongku ke kamar jenazah dengan cuek, lalu mereka merayakan kesembuhan Yurike. Saat aku kembali membuka mataku, aku sudah kembali ke tiga bulan sebelumnya. Hari itu, seluruh keluargaku memaksaku untuk bercerai.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Lima Tahun yang Tiada Artinya

Lima Tahun yang Tiada Artinya

Kami sudah menikah selama lima tahun. Suamiku, Derrick, pergi dinas selama setengah tahun, lalu membawa pulang cinta pertamanya, Syifa. Syifa sudah hamil lebih dari tiga bulan dan Derrick bilang hidupnya tidak mudah, jadi akan tinggal di rumahku untuk sementara waktu. Aku menolak, tetapi Derrick malah memintaku untuk jangan bersikap tidak tahu diri. Nada bicaranya penuh rasa jijik, seolah-olah dia lupa vila ini adalah bagian dari mas kawinku. Selama ini, mereka sekeluarga menggunakan uangku. Kali ini, aku memutuskan untuk menghentikan semua sokongan hidup itu. Sambil tersenyum, aku menelepon asisten. "Segera buatkan aku surat perjanjian cerai. Seorang menantu pecundang saja berani terang-terangan membawa selingkuhan pulang ke rumah."
43.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

Di hari ulang tahun putra kami yang kelima, kami sekeluarga pergi melihat hujan meteor. Di tengah perjalanan, suamiku menerima telepon dan pergi terburu-buru. Tengah malam, asma putraku kambuh dan satu-satunya obat yang ada malah tertinggal di dalam mobil suamiku. Aku menggendongnya, berlari pontang-panting di tengah alam liar yang sepi tak berpenghuni. Aku berulang kali mencoba menelepon suamiku, tapi yang kudapat hanyalah balasan pesan dingin yang berisi, [Aku ada urusan mendesak, jangan ganggu.] Keesokan harinya, akhirnya aku menerima telepon dari suamiku. Tapi, yang terdengar malah suara cinta pertamanya. “Tadi malam tiba-tiba anjingku sakit dan meninggal. James takut aku sedih, jadi dia menemaniku semalaman. Dia baru tidur sekarang, kalau ada pesan, sampaikan saja padaku.” Aku mengelus wajah putraku yang sudah membiru, lalu menjawab, “Sampaikan padanya, kita cerai saja.”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Putraku menderita diseksi aorta, keadaan di mana terjadi robekan pada arteri utama tubuhnya. Dia perlu dioperasi sesegera mungkin. Suamiku adalah seorang spesialis jantung. Namun, aku tidak meneleponnya, melainkan langsung melaju ke rumah sakit. Di kehidupan sebelumnya, setelah aku berulang kali memohon, suamiku akhirnya pulang bersama ambulans dan membawa putra kami ke rumah sakit. Dia juga mengaturkan kamar terbaik untuk putra kami. Berhubung suamiku lupa membawa ponselnya, dia tidak menerima telepon dari teman semasa kecilnya yang penyakit jantungnya kambuh. Akhirnya, temannya itu pun meninggal dalam ambulans. Suamiku menghilang selama tiga bulan. Setelah dia kembali, semuanya kembali seperti semula. Bahkan di hari ulang tahun putra kami, dia yang berinisiatif memasak. Ternyata, dia menaruh racun dalam masakannya. “Kamu yang paksa aku pulang untuk jemput Levi. Kalau aku menerima telepon Sophia hari itu, dia nggak akan mati. Kalian sekeluarga adalah pembunuh! Kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian!” Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari putraku tiba-tiba terkena serangan jantung. Kali ini, suamiku menerima telepon dari Sophia. Namun, kenapa dia malah akhirnya berlutut dan meminta maaf padaku?
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Apakah Ini Cinta?

Apakah Ini Cinta?

Suamiku adalah orang yang super posesif dan mengidap sindrom Jacob. Hanya karena aku pernah menyelamatkan nyawanya dalam kecelakaan, dia langsung menganggapku sebagai satu-satunya cinta sejatinya. Dia memaksa tunanganku pergi ke luar negeri, lalu memanfaatkan kekuasaannya untuk memaksaku menikahinya. Selama 10 tahun pernikahan, dia melarangku berinteraksi dengan pria mana pun, juga menyuruhku mengenakan gelang pelacak supaya bisa memantau lokasiku setiap saat. Namun, pada saat yang sama, dia juga sangat memanjakanku. Dia tidak akan membiarkan siapa pun melukai maupun merendahkanku. Ketika kakaknya menghinaku, dia langsung memutuskan hubungan dengan kakaknya dan mengirim mereka sekeluarga untuk tinggal di area kumuh. Saat teman masa kecilnya sengaja menumpahkan anggur merah ke tubuhku, dia langsung menendangnya dan menyiramnya dengan sebotol penuh anggur merah. Dia memikirkan segala cara untuk mendapatkan hatiku, tetapi hatiku tetap tidak tergerak. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk mengikatku dengan menggunakan anak. Oleh karena itu, dia yang sudah melakukan vasektomi dari dulu melakukan vasektomi reversal. Namun, ketika aku hamil 3 bulan, kakaknya membawa sekelompok orang menerjang ke vila kami, lalu menuduhku berselingkuh dan memukulku hingga aku keguguran. Pada saat aku sekarat, suamiku akhirnya tiba di rumah. Kakaknya menunjukkan bukti yang diberikan teman masa kecil suamiku dan berkata, “Tristan, wanita jalang ini sudah berselingkuh dan mengandung anak haram. Hari ini, aku akan bantu kamu mengusirnya!”
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status