AJUDAN SELEMBE
"Koko lihat? Sayap kanan dan kiri kekurangan orang. Pasukan belakang semuanya sekuriti muda dan mereka juga dilarang maju. Cuma kami yang sudah selesai tugas di atas."
Xiuhuan mendengkus. "Kamu sama kerasnya dengan abangmu."
"Dia bosku. Jelas kutiru."
"Ayo, Kak!" pekik Asmiratih yang keluar dari pintu sambil membawa double stick, dua tongkat besi dan busur kecil. "Mereka makin terdesak," lanjutnya.
"Tunggu. Aku ikut," cakap Xiuhuan sembari melepaskan stetoskop dan jas putihnya, lalu diletakkan ke meja di dekat pintu kaca.
Bab Populer