여기 singa kucing와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 singa kucing와 같은 이야기는 Fantasi, Rumah Tangga 및 Romansa 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)부터 시작해보세요!
Panah-panah bulu elang yang mengenai lapisan batok, langsung musnah tak bersisa.
"Miao Cing, lompatan kilat!" kata Li Lin.
Miao Cing adalah seekor kucing oranye yaitu roh hewan spiritual milik Li Lin. Kucing itu memiliki taring dan kuku yang sangat tajam.
Li Lin sangat terbantu karena pendengaran Miao Cing yang cukup bagus. Namun, jika dibandingkan dengan penglihatan Ampy Ang pendengarannya itu tidak ada apa-apanya. Anak itu melompat secepat kilat ke sebelah kanan, meniru gerakan Miao Cing yang melompat ke sebelah kiri.
Maaf ya... hanya bisa update 1 bab per hari. Semoga kedepannya bisa lebih baik. InsyaaAllah hari ini update agak malam karena sore ini saya ada kegiatan. Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca cerita ini. Semoga kalian sehat selalu ^^
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak.
Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern"
Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Aku malah lebih daripada itu untuk keduanya.
Keterkejutan tampak menghiasi raut muka mereka. Mungkin tak menyangka bila kucing yang selalu mengeong manis bakalan berubah menjadi singa yang mengaum.
"Kamu mengusir kami, Malaya?" Pertanyaan tak percaya terluahkan juga dari bibir Mama Chintya.
Clarissa berlari menghampirinya dengn heboh dan menarik tangannya.
“Tadi Ogi melahirkan! Anaknya dua tapi meninggal satu,”
Ogi adalah kucing jenis Asian Tabby peliharaan mereka. Tidak ada banyak hal yang bisa diceritakan tentang kucing ini karena kerjaannya hanya makan, berjemur, dan menggerutu. Beberapa bulan lalu mereka menjodohkan Ogi dengan kucing milik Aditya yang bernama Kiko.
Vanika berlari menghampiri Ogi yang sedang menyusui anaknya. Bagi gadis itu, Ogi adalah kucing tercantik dan tercerdas yang ada di dunia ini.
Saga mengambil kucing kesayangannya lalu mengendong dan berjalan kembali, menghindari tatapan Lea yang sayu itu.
"Miyauu." Kucing itu mengeluarkan suara.
"Hei, rindu aku kah?"
"Astaga ngarang banget gak sih lelaki itu?" Bisik Lea kesal.
"Tunggu, tunggu. Sejak kapan kucing laki-laki di panggil Chiro?" tanya Lea membuat jalan Saga terhenti dan berbalik. Yang sebenarnya Lea sudah kehabisan napas.
sapa Sande yang mulai melangkah ke dalam aquarium.
Bibir tipisnya menyeringai menatap remeh Judith—singa jantan yang tampak menyeramkan. Sande memompa detak jantungnya untuk tenang. Bukan hal yang mudah berhadapan satu lawan satu dengan kucing raksasa yang begitu liar.
Asalkan Amisha merasa bahagia, ia tak keberatan kakinya menjadi kepala ataupun kepala menjadi kaki.
Ah, karena cinta, kucing lucu yang menggelikan bisa berubah menjadi macan buas yang mengerikan. Pun bisa mengubah singa ganas menjadi anjing kecil yang setia. Bahkan, adakalanya mampu menyebabkan sang jenderal perang yang sangat disegani dan ditakuti menjatuhkan pedang dan berlutut dengan linangan air mata.
Kucing kecil ini akan menunjukkan cakarnya di depan singa perusahaan ini.
'Siap!'
*
"Kamu tidak usah kawatir. Siapapun dia, kita tetap sama. Sama-sama makan nasi!" kelakar Mas Sakti.
"Saya tidak kawatir," elakku.
"Tapi takut, kan?" ledeknya sekali lagi.
“Cing, pergi sana … nanti kita celaka!”
Kucing itu tetap tidak mau pergi. Malah kini berguling di rerumputan, mengeong makin keras. Suaranya membuat Tigar panik.
“Sana Cing …! Jangan ke sini …,” pekiknya lirih namun tegas.
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu?
Dino sangat takut.
Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi.
"Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita."
Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Dia menanyakan kucing gembul yang masih anteng dalam dekapanku.
"Ini." Kamera HP ini kuarahkan ke Chino.
"Hai Chino, makin lucu aja. Jagain majikanmu ya. Jangan nakal!" Panji ikut-ikutan ngobrol sama Chino. Padahal dulu dia fobia sama hewan manja ini.
Chino hanya memeong. Memangnya apa lagi yang bisa dikatakan oleh seekor kucing kalau tidak memeong. Itu memang suara khasnya dia. Kalau meraung itu berarti macan 'kan.
“Ikut? Apa itu boleh?”
“Tentu saja. Aku bertaruh kau akan menyukainya.”
“Itu terdengar meyakinkan.”
Saga terkekeh pendek dan seketika menjawab, “Bukankah kau suka kucing? Kau akan menjumpai sekitar delapan atau sepuluh dari jenis hewan itu di sana. Mereka sudah divaksin dan aman untuk kau sentuh.”
“Kucing? Apa profesimu?”