Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Playboy Insyaf

Playboy Insyaf

Waiz Cute Channel
Cinta pertama selalu berkesan, yah gak? Tapi kacaunya kalau cinta pertama itu gak kesampaian. Hem... Itulah yang menjadi penyesalan Fatih Alfarisi yang tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Naura Ainunnisa, gadis cantik, cerdas dan saleha. Sampai pada akhirnya mereka dipisahkan oleh keadaan. Namun seiring berjalannya waktu, semesta mempertemukan keduanya kembali, dengan cara yang tidak disangka-sangka. Akankah mereka memulai kembali apa yang pernah dirasakan saat belia dulu? Mari kita simak kisah manis, lucu, unik di novel ini. Ikuti terus cerita selanjutnya. Jangan lupa masukan ke rak baca kalian, agar tidak ketinggalan update terbaru novel seru ini, hanya di GoodNovel. Tetap semangat ya! Terimakasih.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Menggaet Kembali sang Istri

Menggaet Kembali sang Istri

"Quinn, aku bilang aku akan menjaganya seumur hidup, nggak akan pernah meninggalkannya sendirian. Bisakah kamu jangan bersikap nggak masuk akal!" Akta nikah di tangannya menyengat mata Quinn James, "Apa aku nggak masuk akal?" Setelah perceraian, dia tetap bersikeras, "Begitu kamu memasuki rumahku, kamu akan menjadi milikku seumur hidup." Dia mengeluarkan akta cerai, "Yovan, tapi kita sudah bercerai." "Kamu bisa pergi ke Biro Urusan Sipil untuk memeriksa nama siapayang tercantum sebagai pasangan sahmu!" Dia membawanya pulang dengan paksa, "Dulu, suamimu adalah aku, sekarang juga aku dan kelak juga aku!" Menindas istri terasa menyenangkan, mengejar istri dengan berapi-api.
6.940.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

Ayah, ke mana cinta dan kasihmu yang dulu hanya milikku dan ibu? Ayah, kenapa pelukan hangat itu engkau bagi pada wanita lain selain kami, istri dan anakmu? Ayah, demi ego dan nafsumu, kau tega mengkhianati dan menyakiti wanita yang sudah lama menemanimu. Wanita yang melahirkanku dan membuat kecewa anakmu. Ayah, tak cukup puaskah cinta kasih yang kami berikan untukmu? Tak cukupkah kehangatan yang ada di istana kita hingga kau tega mencari pelabuhan lain? Ayah adalah cinta pertama bagi putrinya, tapi kenapa engkau tega mematahkan cinta itu? Ayah, maaf aku benci padamu! Luka ini terlalu dalam hingga sulit untuk kusembuhkan. (Putrimu, Alya.)
1068.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Sampai Maut Memisahkan Cinta

Sampai Maut Memisahkan Cinta

Ketika kamu pergi, seluruh hidupku ikut mati.. Tak ada lagi alasan untukku menatap dunia.. semua percuma tanpa ada senyum manismu.. Tak ada lagi yang bisa kulakukan disini.. semua sia-sia karena kamu yang memilih pergi.. Aku mencintaimu sampai maut memisahkan. Seperti janji kita saat dahulu.. Tapi kenapa semesta lebih menyayangimu? **** Nicho harus kehilangan istri yang dicintainya untuk selamanya. Setiap hari, ia berdoa merayu malaikat maut untuk menjemput ajalnya. Namun jiwa yang rapuh itu kembali menguat akan kehadiran seorang wanita yang mampu menyinari kehidupannya. Seorang wanita yang mirip sekali dengan mendiang istrinya.. Wanita yang rupanya datang untuk menyibak pengkhianatan yang telah terjadi di masa lalu..
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Tujuh Tahun Diselingkuhi

Tujuh Tahun Diselingkuhi

Bunda Ainuha
"Dulu kita pernah berjanji untuk menua bersama, bukan?! dan kini Allah mewujudkan impian kita, tak mungkin Ibu akan mengingkari janji kita, aku yakin Bapak pasti juga seperti itu?! Imbuhku kembali memberi tekanan. Lelaki di hadapanku itu kini nampak manggut-manggut sembari menutupi rasa bersalah yang sangat kentara dari deru nafas tuanya. "Percayalah Pak, sejengkal pun tak akan pernah kulupakan apa yang telah Bapak perjuangkan demi kebahagiaan kita dan aku yakin Bapak pun pasti juga seperti itu. Bapak ingat, kala Bapak dikantor masih sebagai pegawai magang, seringkali kita menunda untuk pulang kampung hanya karena memilih untuk membeli susu Rama daripada untuk tranportasi? Bukan hanya itu, kita juga harus menekan kebutuhan kita demi cukupnya keperluan Rama yang saat itu masih bayi, Bapak ingat kan?!" Jelasku mencoba menekannya yang tanpa terasa juga menggiring derai air mata sendiri.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Ratu Drama

Ratu Drama

Primadona sekolah akan menikah tepat di hari libur kemerdekaan. Dia mengundang seluruh teman sekelas di grup kelas agar menghadiri pesta pernikahannya. Awalnya, aku berniat pura-pura tidak melihat undangan itu, tapi ternyata dia langsung menyebut namaku. "Clarisa, waktu SMA kamu selalu pura-pura jadi diriku, tapi aku nggak akan mempermasalahkannya. Aku harap kamu bisa datang untuk melihat pernikahan mewahku besok." Segera setelah itu, beberapa teman sekelas ikut menanggapi pesannya. "Primadona sekolah memang baik orangnya, pantas saja bisa menikah dengan anak dari Keluarga Wirawan. Dia bahkan bisa memaafkan orang sombong seperti Clarisa." "Apa orang seperti Clarisa pantas, menghadiri pernikahan primadona sekolah kita yang akan diadakan di vila? Jadi orang jangan terlalu baik." Mereka makin mengolok-olok Clarisa, hingga si primadona sekolah akhirnya muncul untuk menenangkan suasana. "Sudahlah, itu kan sudah lama sekali, aku juga sudah nggak mempermasalahkannya. Lagipula, Clarisa kan memang miskin dan jelek, kita jangan terlalu mengejeknya." Begitu dia berkata demikian, grup langsung dipenuhi pesan pujian. Orang-orang memuji betapa baik hati dan polosnya dia. Aku tertawa sinis. Dulu, si primadona sekolah itu selalu memasang citra bak putri konglomerat di sekolah. Dia bahkan memfitnahku, yang sebenarnya adalah putri keluarga konglomerat asli, sebagai seorang pembohong. Semua orang di sekolah sampai menghinaku. Saat membuka undangan elektronik darinya, aku baru sadar bahwa alamat pernikahannya berlokasi di vila milik keluargaku. Makin kuamati foto pengantin pria, makin aku merasa familier. Bukankah itu sopir suamiku? Aku tersenyum begitu menyadarinya, lalu membalas pesan di grup. "Baiklah, aku pasti akan datang di acara pernikahanmu."
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Saudara Rasa Orang Lain

Saudara Rasa Orang Lain

Akankah HARTA, selamanya menjadi tolok ukur para keluarga, walau saudara sekandung sekalipun. Ketika kita susah, tak ada yang mau mendekat sama sekali, walau saudara kandung sekalipun. Dan ketika kita kaya, maka semuanya akan menganggap kita saudara.
7.710.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

"Aku bersedih dengan kepergian anak sendiri, apa itu salah?" sindirku sedikit marah. "Gak salah, tapi kamu udah berlebihan," tukas Jamie gemas. "Itu karena kamu gak merasa kehilangan Gibran." "Kata siapa?!" Jamie mulai meninggikan suara. "Gibran anakku. Darah dagingku. Aku juga menangis saat tahu dia gak ada, Kira. Tapi gak terus-terusan seperti kamu." "Kamu gak ngerti perasaan seorang Ibu sih, Jam." AKu menunduk untuk menyembunyikan air mata. "Sudah payah aku mengandung Gibran, bertarung nyawa saat melahirkan ke dunia. Lantas dia berpulang dengan begitu mudahnya hanya karena tersedak. Gibran masih terlalu kecil, Jamie. Masih kecil. " Tangisku pecah kembali. "Kura, kamu mau menangis darah, Gibran gak akan pernah bisa kembali." "Gibran gak akan meninggal kalau kamu gak pergi ke acara reuni itu." "Jadi kamu menyalahkan aku?!" bentak Jamie tampak murka. "Iya, " jawabku lantang, "sudah tahu bayimu sakit, kamu tetap nekat pergi juga. Jika kamu merasa menjadi seorang ayah,kamu gak kan melakukannya, Jamie." "Maut itu sudah digariskan oleh Allah--" "Tapi kalo kamu stay di rumah, mungkin Gibran akan tertolong," potongku dengan berurai air mata. Jamie pun bergeming. Tangan mengelap kedua matanya yang basah. Dia terlihat memegangi dadanya saat bernapas. "Jadi mau kamu apa sekarang?" tanya Jamie dingin. "Aku mau kita CERAI!"
9.9195.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Janda Kembang Menggoda Perjaka

Janda Kembang Menggoda Perjaka

"Teori tanpa praktik itu lumpuh. Praktik tanpa teori itu buta. Kita? Kita adalah bencana yang sempurna." Bagi Riana, jatuh cinta lagi adalah hal mustahil. Apalagi pada Galih—bocah ingusan penghuni kamar 101 yang lebih sering menatap layar laptop daripada menatap mata wanita. Riana hanya berniat menggodanya, sedikit bersenang-senang untuk melupakan vonis "wanita gagal" yang ditempelkan masyarakat padanya. Tapi Galih punya kejutan. Di balik sikap canggung dan kacamata kudetnya, tersimpan jiwa tua yang mengerti cara memuliakan wanita lebih baik daripada pria dewasa manapun. Galih tidak menawarkan janji manis; ia menawarkan "praktik" yang membuat lutut Riana lemas dan hatinya kembali hidup. Namun, dunia tidak ramah pada kisah cinta Ibu Kos dan Anak Kos. Stigma sosial, gunjingan tetangga, dan intervensi keluarga siap merobek ikatan rapuh mereka. Saat Riana didesak untuk melepaskan Galih demi "kebaikan bersama", ia dihadapkan pada dilema terbesar: kembali pada logika dewasa yang aman namun menyiksa, atau mempertaruhkan segalanya demi pria muda yang menjadikannya ratu di atas ranjang butut kamar kos. Kadang, pahlawanmu tidak datang menunggang kuda putih. Kadang, dia hanya memakai kaos oblong, membawa flashdisk, dan siap melawan dunia untukmu.  
682 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Bukan kisah cinta yang berawal bahagia lantas terluka. Tapi kisah lara tentang orang tua yang amat ambisius mengejar harapan yang nyaris menyakiti perasaan. Berbagai siloka menjadi jalan cerita, berbagai diksi menjadi arti hidup ini. Berbagai lantunan sendu menjadi tangis amat pilu. Caci-maki yang selalu mengintai seakan-akan menyangkal bahwa ia tidak boleh bahagia. Meninggalkan kisah lara penuh kata penyesalan. "Ayah hidup itu tidak harus tentang nilai yang bagus. Tapi tentang seseorang yang menyayangi dengan tulus." "Ibu pintar itu tidak harus menguasai semua bidang. Satu bidang saja, jika sudah mengerti dengan perasaan orang lain, ia bukan sekedar pintar tapi jenius." "Kak pintar itu tidak harus punya piala. Sekedar mendekap lantas menyeka air mata, ia sudah pintar menghilangkan lara kita." "Aira, kamu memang berbeda tapi perbedaan itu terletak pada keistimewaan yang kamu punya. Di mana orang lain tidak memiliki itu semua. Kakak sayang kamu selamanya." "Kenapa Aira selalu dibentak ayah sama ibu? Sedangkan kak Ayu dan kak Andi gak pernah!" "Otakmu itu kecil. Berpikir pun lambat." "Ibu malu punya anak seperti kamu!" "Kakak sayang sama kamu. Kakak janji gak akan ninggalin kamu." "Kak Aira pergi sesuai permintaan kalian. Selamat tinggal." "Aira, kenapa kala itu kamu gak mengucapkan sampai jumpa lagi? Dan mungkin sekarang kita masih saling memeluk bukan menangisi kamu." "Yang sudah kamu dapat sudah seharusnya kamu dekap dengan erat."
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai tapi kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3940414243
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status