Tawanan yang Menawan
Di sana, tersembunyi di balik naungan batu dan akar-akar pohon beringin, tumbuh beberapa tangkai kantil dengan kuncup yang berwarna putih keperakan, hampir berkilauan dalam sorot cahaya senja yang tembus melalui dedaunan.
“Iya benar, ini dia,” bisik Indah, matanya berbinar. Dengan hati-hati, dia memetik beberapa kuncup yang paling segar dan menaruhnya dengan lembut di keranjang anyamannya yang telah dialasi daun pisang. “Sepertinya cukup. Jangan terlalu banyak.”
Mereka semua terdiam sejenak, memandangi bunga langka itu. Persembahan mereka sekarang hampir lengkap. Satu langkah lagi menuju pertemuan dengan sang pertapa.
Capítulos em Alta