Tiga Wanita Jagoan
Sepertinya terburu-buru dan mendesak, terdengar dari tempo ketukannya yang kuat.
Tak lama berselang, Bi Tinah masuk ke kamar beriringan dengan seorang wanita bergaya muslimah. Berbalut gamis dengan warna cerah senada dengan jilbabnya. Wajahnya dipenuhi dandanan yang apik. Di tangannya menyeret koper besar. Senyumnya mengembang ramah, menghampiri seraya berkata, “Kakak dan ponakannya Kak Tinah ya, perkenalkan saya Laila, adik seperguruannya dari padepokan.”
Dia mengulurkan tangan menjabat tangan, Ria dan Mak. Mereka memamerkan gigi dan mengangguk menerima salamnya.
Bab Populer