Dilamar Tuan Duda
Diambilnya sisir dari laci meja, lantas menyisirkannya ke seluruh rambut agar terlihat lebih rapi.
“Tante, kenapa cemberut?” tanya Cyra sambil memakan es krim strawberry favoritnya.
“Enggak apa-apa, Sayang. Tante cuma lagi sakit perut,” ujarnya dengan sedikit ketus.
Dengan kepala yang masih dipenuhi segala macam pikiran, ia membuka laci dan mengambil beberapa alat kecantikan dan memoleskannya di wajah. Bukan hanya krim perawatan, tetapi perona pipi dan pemulas bibir dengan warna pink terang. Lalu, ia gariskan alis dengan pensil berwarna cokelat tua hingga membuat bentuk melengkung mengikuti bentuk alisnya. Terakhr, ia mengeringkan rambut dengan hair dryer dan mengganti pakaiannya dengan teru
인기 회차