Adinda
ujar Amanda memuji gadis yang ada di sebelahnya.
“Enak apanya? Aku sama ‘kok dengan kalian semua,” sahut Dinda kebingungan.
“Kamu cantik, baik, pintar, punya banyak pengalaman, punya berbagai keterampilan, dan banyak lagi.”
“Apa ‘sih kamu, semua wanita itu juga bisa melakukan apa yang saat ini aku lakukan.”
“Enggak! Aku enggak bisa kayak kamu! Aku ini hanya gadis kampung, yang sudah hancur, dan enggak punya masa depan.”
Bab Populer