Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengawal Setia Eve ternyata Billionare

Pengawal Setia Eve ternyata Billionare

Drrrttt…. Drrttt…. Ddrrtttt… suara dering ponsel mahal Arsenio menampilkan nama ayahnya yang sudah lama tidak berkomunikasi. “Papah? Ada apa menelpon?” gumamnya lalu mengangkat teleponnya. “Halo, Pah…. Apa kabar?” sapa Arsenio memulai obrolan. “Kabar Papah baik, sudah lama kalian tidak datang ke sini.” Jawab Abraham membuat Arsenio merasa bersalah sebab permasalahan rumah tangganya yang begitu rumit membuatnya sampai melupakan ayahnya.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Om Teman Masa Kecil Ayah

Om Teman Masa Kecil Ayah

usul Om Andra sambil memandangi tubuhku yang kotor, lalu mencari ponselnya yang tadi diletakkan Ayah di meja. Aku menatap pria di hadapanku dengan mata berbinar. Bibir merahku bergerak perlahan. "Kita mulai sekarang?" Ayah menoleh dan melihat Om Andra yang bersandar di meja. Hasrat di mata ayah sudah hilang, lalu tangannya melepaskanku dari ikatan di dinding. Badanku yang sudah lemas langsung limbung, untung saja ayah menangkapku.
9.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

Pikiran buruk mendominasi kepala sehingga aku hanya bisa mematung sambil melihat ke arah benda pipih yang terletak di meja. "Bu, sayur!" teriak Mamang sayur yang membuat diriku sadar jika ponsel yang tadinya bergetar itu kini telah menghitam alias mati. "Ayah!" panggilku saat memutuskan untuk menghubungi balik Ayah. "Sedang sibuk?" tanya Ayah dari balik telepon. "I-iya," jawabku gugup. "Ibumu sedang dalam perjalanan kesana."
1036.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Dia sudah mau menerimaku sebagai ayah kandung keponakannya saja itu sudah luar biasa. Lukas bangkit berdiri. Dia berjalan dengan gontai meninggalkan rumah itu. Ditutupnya pintu utama. Setelah mendorong pagar hingga tertutup rapat, pria itu menelepon Miranda. Terdengar nada sambung berkali-kali. Tapi tak ada yang mengangkat telepon itu. Lukas mendesah kecewa. Ya sudahlah, pikir pria itu pasrah. Biar Mira ku-WA aja.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Tuan Presdir

Istri Kecil Tuan Presdir

tanyanya. Belum sempat Yudha menjawab pertanyaan Alya, ponselnya sudah lebih dulu berdering. Dilihatnya nama sang ayah yang sedang menghubunginya, maka dengan sigap pria itu meraih ponsel yang ada di atas meja lalu menjawab panggilan dari ayahnya. “Iya, Pa.” Suara Yudha terdengar begitu lembut saat bicara dengan orang tuanya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Deni terdengar terbata sebentar sebelum menjawab, "Aku tidak tahu, Kak." Dina terdiam sejenak, mencerna informasi yang disampaikan oleh Deni. "Jadi ayah tidak memberitahukan siapa itu yang menghubunginya ?" tanya Dina dengan suara penuh keprihatinan. "Tidak, Kak. Kami juga tidak tahu, apa telepon itu yang membuat Ayah jatuh pingsan atau bukan. Karena tidak ada riwayat panggilan telepon pada saat aku periksa telepon Ayah," kata Deni dengan suara yang penuh ketidaktahuan.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Om Dokter!

Sentuh Aku, Om Dokter!

Jari jarinya sedang menggesek layar dengan cepat seolah sedang mencari sesuatu. "Ayah sudah teleponan sama Om Bagasnya?" tanyaku penasaran, mendekat ke arah Ayah sambil menyentuh bahunya perlahan. Pikiran tentang pria itu sudah mulai membuatku merasa tidak tenang. Ayah langsung menoleh ke arahku, kemudian menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang menunjukkan kekhawatiran. "Ayah nggak jadi teleponan sama dia, nomornya masih nggak aktif."
1065.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Bersyukur Memilikimu

Bersyukur Memilikimu

Reval mengambil hpnya di saku celanya dan mulai mencari nama kontak sang Ayah, ketemu dan. "Pah, plis angkat." Satu kali masih tidak di angkat. Sedangkan yang terjadi pada ayahnya di kantor. Rival kini sedang ada rapat bersama klain klainnya, ia tidak menyadari jika hp kini terbuka sudah terlihat nama "Anak Papa Reval" di layar hpnya, tapi sayang itu percuma karna hpnya ia senyapkan (suaranya) Tak menyerah Reval terus berusaha menelfon sang ayah. Dan masih aja tidak di angkat. Tak ada pilihan lagi Reval memasukkan kembali hpnya di dalam saku celananya dan mulai menggendong sang ibu
27.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Suara Hantu di Kamar Tamu

Suara Hantu di Kamar Tamu

Ponsel di saku celana bergetar, segera kuraih benda pipih itu dan melihat nama si penelepon. 'Ayah' nama yang terpampang. Jantung jadi tak karuan, perasaan mendadak jadi tak enak. Panggilan pertama dan kedua kulewatkan. Kugeser tombol hijau pas panggilan ketiga. "Assalammualaikum, Ayah," sapaku. "Waalaikumsalam. Dit, kamu pulang kantor jam berapa? Ayah dan ibu ada di rumahmu. Cepat pulang, ya!" jawab Ayah.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status