Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

Handphone diraih, panggilan hendak diarahkan pada nomor ayahnya guna memastikan kabar satu-satunya pria yang kasih sayangnya tidak perlu diragukan, selain itu ia ingin tahu tentang ayah dan ibunya Langit. “Loh, kok nomor Papa tidak bisa dihubungi?” Ia kembali mencoba, tetapi hasilnya sama. "Apa Papa ganti nomor? Tapi tidak mungkin Papa tidak kasih kabar. Atau ... terjadi sesuatu sama Papa?" Ia mulai panik dan tidak dapat berpikir jernih. Bersambung ....
855 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
SETELAH 17 TAHUN PERNIKAHAN

SETELAH 17 TAHUN PERNIKAHAN

Ponsel berdering. Siapa yang menghubungi siang-siang begini? "Oooh, dia ternyata," gumamku setelah melihat siapa yang menelpon. Aku menggeser tombol hijau. "Haloo," ucapku. "Halo, Yoona! Ini kamu kan?" Suara ayahku. "Ya, ini aku!" "Ayah mau nanya sama kamu, Kenapa kamu mencelakai Ummi Laila? Dia jauh-jauh datang untuk menanyakan kabarmu, tapi malah perlakuanmu di luar batas!"
1017.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 551 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
A Wife's Diary

A Wife's Diary

Wanita itu menghubungi sang suami tanpa henti. Fadil terhuyung dan mengangkat gawai dengan tangan gemetar. [Assalamualaikum ayah di mana Kenapa teleponku nggak dijawab? ] Suara di seberang sana langsung membuat perasaannya Fadil menjadi tidak ingat [Oh Mama telepon ya maaf, HP Ayah di silent. Ayah sibuk banget kejar target akhir tahun] Tanpa terasa, kebohongan demi kebohongan terus menerus keluar dari mulut Fadil.
7.712.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

“Besok, kita bicara sama ayah ya.” “Ya udah kalau gitu Kasih mau ke rumah ayah buat ngasih tahu ayah.” “Nggak perlu biar mama sendiri yang ngabarin.” “Mama mau ke rumah ayah?” “Nggak dong. Mama telepon aja.” “Mama punya nomor ayah.” “Nggak.” “terus teleponnya gimana ma?” “Nomor ayah ada di kartu ucapan buket bunga yang mama buang ke tong sampah pagi tadi.”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Sebelumnya aku telah mencampur dengan nasi, agar si Mumus juga memakannya tanpa memilih ikan saja. Baru sepuluh menit Ayah pergi, rindu menyapaku. Kuraih ponsel dari atas nakas, lalu mencari nomor ayah di kontak. Ingin kutanyakan di mana sekarang keberadaannya. Lagian khawatir dengan keadaan Ayah yang bepergian sendirian. "Assalamualaikum ... ayah," sapaku, melalui salam dari balik ponsel, setelah Ayah menerima panggilan telepon dariku.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
DIABAIKAN MENTANG-MENTANG HANYA ANAK PANCINGAN

DIABAIKAN MENTANG-MENTANG HANYA ANAK PANCINGAN

Saat tengah memikirkan lelaki itu, tiba-tiba ponsel berdering dan terlihat nama Ayah yang ada di layar. Aku mengerutkan kening, karena tidak biasanya Ayah menelepon malam-malam begini. Aku melirik jam dan sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan pastinya Ayah sudah sampai di rumah. "Assalamualaikum, Ayah." "Wa'alaikum salam," jawabnya. "Ayah lagi di rumah?" tanyaku. "Iya," "Ada apa, Ayah?"
1010.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan sang Casanova

Pengantin Dadakan sang Casanova

titah Regas bersedekap dada, menatap Ayasa dingin. "Ibu dan Ayah tidak mengangkat teleponku dari tadi pagi. Mereka hanya sekali membalas pesan yang memberitahu jika sedang berada di luar kota." "Telepon sekarang!" Regas menipiskan bibirnya ketika Ayasa tersentak kaget karena suara kerasnya. "Saya pastikan jika orang tuamu akan mengangkat telepon darimu." Regan tersenyum manis, nada suaranya juga sangat lembut.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

Aku meminjam ponsel pemilik warung itu untuk menelepon ayahku. "Lala? Kenapa? Kok malam-malam telepon? Ini nomor siapa?" "Ini nomor orang Yah, Ayah di mana sekarang? Apa Lala bisa ketemu Ayah?" "Gak bisa Lala, Ayah lagi di luar kota." Aku mencelos. "Apa Lala bisa ke rumah Ayah yang ada di Tangerang, Yah?" "Gak usah Lala, kamu diem aja di rumah mamah, gak usah macem-macem deh ini udah malem."
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

Bintara tersenyum meraih kembali ponselnya. “Baru satu menit apa dia masih merindukan—” Ucapan Bintara terhenti begitu melihat nama siapa yang tertera pada ponselnya. “A-ayah?” lontar Bintara tercekat. Bintara tiba-tiba merasa emosional. Tiba-tiba ia teringat kenangan dulu ketika pertama kalinya ia ditelepon oleh ayahnya. Bintara remaja sangat senang walau ayahnya menelepon hanya untuk menyuruhnya tak pulang ke rumah karena rekan bisnisnya sedang bertamu. Bintara remaja menyimpan nomor tersebut dengan nama ‘Ayah’ di daftar kontaknya. Bintara pun mengangkat telepon itu dengan perasaan ragu.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
STATUS WA CALON SUAMIKU

STATUS WA CALON SUAMIKU

tanya Reyhan. Aku mengangguk tapi sejenak kemudian aku bingung. "Ayah bilang tadi supaya menelepon saat mau pulang. Tapi Ayah tidak tahu kalau ponselku sudah tenggelam." "Kalau kamu hafal nomor Hp Ayahmu, telepon saja pakai ponselku." Reyhan mengulurkan ponselnya padaku. Aku menerimanya dengan sungkan. Lalu menekan nomor telepon Ayah dan meminta dijemput sekarang.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 939 kali sebagai telepon ayah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status