Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RETAK

RETAK

tanya Vitaloka sembari memincingkan mata meminta jawaban. Dela mengangguk dengan pelan sembari menyuapi mi soto ke dalam mulut. Lalu kembali menatap pada Vitaloka. "Lagi mikirin apa, Mbak? Enggak nyaman, ya, kerja di sini?" Dela bertanya sambil mengunyah.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as ternoda
Read
+Library
NODA CINTA

NODA CINTA

Rasanya yang gurih dan pedas, membuat sensasi tersendiri bagi pencintanya. “Iya Neng, itu seblak. Neng mau beli?” tanya Bapak pemilik warung. “Iya Pak, saya mau. Berapaan?” “Satu wadah gini, Rp.5000,” sahut bapak penjual, sambil menunjukkan ukuran wadah plastik mika. “Beli tiga ya, Pak,” ucap Nita sambil mengedarkan pandang, melihat tempat yang bisa untuk duduk.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as ternoda
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Ada telepon masuk dari nomor kontak yang tidak di kenal. "Nomor siapa ini?" tanya Saras. "Angkat saja to!" "Iya, iya!" jawab Saras sambil sekilas memandang Reyhan. Tidak berapa lama ia sudah tersambung dengan si penelpon dari seberang telepon. "Halo, assalamualaikum." "Waalaikum salam, Mbak ini aku Sundari." "Oalah, kamu to! Ada apa?" "Mbak ada di mana?"
106.2K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as ternoda
Read
+Library
Janda Muda

Janda Muda

Pekik Mira Anggun dan Elsa langsung menoleh ke Mira lalu mengalihkan pandangannya ke pintu kelas yang menampak kan sosok Arinda di sana. "Apa kabar? Kangenn.." Ujar Elsa dan memeluk Arinda. arinda menduduk kan bokongnya di kursi samping Elsa. "Aku juga kangen sama kalian. Kabar aku baik. Kalian gimana? Masih bolos-bolos lagi pasti?" Tanya Arinda cekikikan
108.6K viewsOngoingAdded to Library 214 Times as ternoda
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

tanya Bintang pada pemilik warung saat dirinya tidak melihat adanya Ocin “Toilet Den,” jawab bapak pemilik warung lantas kembali masuk ke dalam. “Cie... baru bertemu tadi pagi, sudah kangen saja sama si Babu,” ledek Toni. “Sembarangan! Gue takutnya dia balik lagi ke rumah atau nekat masuk kelas,” terka Bintang kemudian mulai menyantap sarapannya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as ternoda
Read
+Library
Mahligai yang Ternodai

Mahligai yang Ternodai

tanya Nabila lagi. "Eh, Teh Nazwa, ya?" Nazwa dan Bi Ifah hendak berjalan kaki memasuki jalanan aspal menuju rumah Bi Ifah. Namun, tiba-tiba ada yang menegur Nazwa. Nazwa spontan menoleh, langkahnya pun terhenti. Dahinya berkernyit kala melihat gadis asing menghampirinya. "Teh Nazwa pan?" tanya gadis itu lagi. Wajahnya semringah.
9.810.4K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as ternoda
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

“Di pesantren, ternyata ada banyak buku dan kitab yang harus dibaca. Mungkin dari situlah aku terbiasa, dan kini tak lagi membenci buku-buku tebal itu. Aku tahu sekarang, Satya… kenapa kamu sesuka itu dengan buku-bukumu. Ternyata, semenyenangkan itu membaca.” “Aku senang mendengarnya,” sahut Satya sebelum ia pamit untuk pulang. *** Satya pergi, meninggalkanku bersama rendang masakan Uti. Rendang ini masih sama seperti dulu seperti rendang buatan Uti bertahun tahun yang lalu. Saat hari raya Iduladha, Uti akan memasaknya, lalu mengundangku makan bersama keluarganya di meja makan setelah seharian memasak bersama.
463 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as ternoda
Read
+Library
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Kilatan cahaya lampu senter dan suara tenda yang disentakkan angin malam menjadi pemandangan yang ramai, namun terasa akrab. Setelah tenda berdiri kokoh, mereka berempat segera berteduh di dalamnya. Suara hujan yang memukul atap tenda berpadu dengan derasnya air terjun, menciptakan suasana yang dingin namun juga menenangkan. Nadira mengeluarkan termos berisi cokelat panas yang dibawanya, lalu membagikan keempatnya. “Lumayan, buat angetin badan,” katanya sambil tersenyum.
1017.6K viewsCompletedAdded to Library 509 Times as ternoda
Read
+Library
NODA

NODA

Mempunyai Papa yang tidak mudah untuk ditaklukkan. "Papa ...." Tita dengan wajah seolah sedang terdholimi menghambur ke dalam pelukan Om Hendra. pintar sekali dia bersandiwara. "Selama semua belum terbukti, jaga ucapanmu!" Om Hendra mengusap punggung menantunya yang tersedu di dada itu. Tampaknya dia sudah tau apa yang hampir saja keluar dari mulut Denis. Sedangkan Denis tampak begitu kesal.
9.9177.6K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as ternoda
Show Reviews (34)
Read
+Library
ayoe rahayoe
Ku kejar dikau kemana² kak demi cerita ini. awal baca di apk merah, loncat ke ijo isi koin banyak² biar gk tertinggal bab kek di merah ternyata di ijo ceritanya mandeg beberapa hari,ada yg usulin apk ini dan sekaranglah daki disini demi dirimuhh kak novita .........
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Mandul

Mandul

Tiba-tiba wanita itu mengerutkan keningnya. "Kau hanya ingin aku menjadi wanitamu? Serta melahirkan seorang anak untukmu? Hanya itu saja?" tanya Riri heran. Lagi-lagi ledakan tawa menggema terdengar dari mulut Arnold. Riripun mulai menyabarkan hatinya meladeni Arnold. Hanya lelaki itu harapan terakhirnya untuk membalaskan dendam. "Of course," jawab Arnold singkat. Terlihat Riri mulai menuliskan hal yang akan ia tawarkan kepada Ronald.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as ternoda
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status