TEH ... AKU DI SINI
Aaakk!
Utep teriak, karena kaca yang semula berdebu dan bernoda kekuningan kini penuh oleh rembesan cairan anyir. Kaca berbentuk persegi panjang ini tidak terlihat seperti semula, kaca ini sudah berganti penuh darah hingga darah-darah itu turun ke lantai.
"TOLONG SAYA!"
Utep gemetar, setelah darah-darah itu turun, tersisa tulisan meminta tolong. Lututnya lemas, badannya dingin. Tunggang langgang Utep berlari, terjatuh dan kembali berlari.
인기 회차