Menaklukkan Gadis Polos di Bus
Cantika berkata padaku, "Soal kejadian di bus waktu itu, aku nggak mau membahasnya lagi. Sekarang, setiap kali aku mengingatnya, rasanya seperti mimpi buruk. Tindakanmu itu jelas-jelas adalah ...."
Dia menggantung kalimatnya, seolah sedang berusaha keras menahan sesuatu.
Aku mencoba mengulurkan tangan untuk menyentuhnya, tetapi dia menepisnya dengan satu tamparan.
Aku tahu, aku dan dia tidak mungkin lagi bersama.
Kejadian di bus itu hanyalah momen singkat, seberkas cahaya yang masuk ke hidupku yang membosankan.
Aku menganggapnya sebagai belas kasihan Tuhan untukku.
Bab Populer