Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Malam Penuh Gairah Bersamamu

Malam Penuh Gairah Bersamamu

Tania menyembunyikan kantong plastik di belakang punggungnya. “Kakak dari mana?” Tyo bertanya penasaran. “Bukannya Kakak lagi sakit? Itu beli apaan?”
1015.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 515 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Rahasia di balik Pernikahan

Rahasia di balik Pernikahan

Kemudian Arza menyodorkan plastik yang tadi ia bawa pada Azkiya. “Apa ini?” tanya Azkiya sambil meraih benda di hadapannya. “Permintaan maafku.” “Aku mandi dulu.” Arza kemudian langsung berlalu menuju kamarnya. Senyum Azkiya seketika mengembang saat melihat isi dari plastik tersebut. Di dalamnya terdapat snack, coklat dan juga ice cream. Azkiya menatap Arza yang mulai menjauh dari pandangannya.
2.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 51 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Mate

Mate

“Kirain tadi bakal dibungkus.” “Nggak. Harus diet plastik, kasian bumi kita udah kebanyakan nelan sampah plastik.” kataku sambil menyeruput es dawetku langsung di gelasnya tanpa sedotan. Mas Wira menoleh ke arahku. “Mau dong dikit.” Aku pura-pura tidak mendengar ucapan Mas Wira. “Kayak ada yang ngomong deh?” tanyaku masih sambil sibuk menyeruput dawetku.
103.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 144 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Pembalasan Dendam Istri TKI

Pembalasan Dendam Istri TKI

“Ada apa mbak?” Tanya Zaki yang saat ini sedang ada di rumah. Mutia menunjuk benda yang keluar dari dalam kotak tadi. Mata Zaki membulat saat melihat bangkai tikus yang tertutup dengan sebuah foto. Zaki berlari ke belakang untuk mengambil plastik. Mutia yang sudah lebih tenang, turun dari kursi lalu mengambil kotak yang di gunakan sebagai tempat bangkai tikus itu. Ada logo sebuah toko di kotak itu.
1030.6K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 674 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Istri Pelit Bin Medit

Istri Pelit Bin Medit

Samar-samar kudengar suara Tami menegur seseorang di luar. Kuintip dari jendela. Ternyata Bik Nur, Bibiku. Kulihat Bik Nur membawa plastik hitam besar di sepedanya. Aku pun semangat, karena biasanya Bik Nur gudang makanan yang sering kujarah. Hahaha. "Bawa apa itu Bik? Tanya Tami mendekati Bik Nur yang sedang memarkirkan sepedanya. "Ikan," jawab Bik Nur. "Mau diecer Bik?" Tanya Tami lagi yang sudah persis wartawan.
1017.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 360 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Setan-Setan yang Merasuki Tubuh Suamiku

Setan-Setan yang Merasuki Tubuh Suamiku

Titah mbah Kaji dalam ingatannya. Tari segera melepas ranselnya, membukanya dan mencari sesuatu di dalam sana. "Kemana sih perginya benda itu." Keluh Tari yang masih mengacak-acak isi tas ranselnya. Karena saking paniknya hingga isi tas ranselnya yang lain pun ikut berjatuhan. Mulai dari kendi kecil yabg terbuat dari tanah liat, nampan bambu yang juga berukuran kecil, satu kantong plastik yang berisi berbagai macam bunga, serabut kelapa yang sudah menegering, beberapa botol yang memiliki berbagai macam warna, dan entah apa lagi yang ia bawa dalam ranselnya itu. Beberapa saat kemudian, akhirnya dia berjingkrak senang kala menemukan apa yang dia cari. Sebuah botol yang berisi cairan berwarna k
1011.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 465 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Saudara celamitan dari Neraka!

Saudara celamitan dari Neraka!

Tak butuh waktu lama, adik perempuan Hadi keluar dengan raut wajah judesnya. "Mas Wahyu, ada apa kesini?" Bukannya mempersilakan kami masuk, Tika justru berdiri dengan raut wajah tak suka. "Di mana Bu Lek?" tanya Mas Wahyu dingin. "Ada di dalam, Mas." Mas Wahyu meraih plastik yang ada di tanganku dan memberikannya langsung pada Tika. Rona wajah Tika seketika berubah ceria.
102.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 65 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Pengkhianatan Suamiku

Pengkhianatan Suamiku

Baru pandangannya membeku saat melihat plastik yang aku pegang. "Itu apa, Mbak?" "Rujak mangga muda." Kuangkat plastik tinggi-tinggi dan menyerahkannya pada Sandi. "Nih, buat kamu aja." Sandi membelalakkan mata, dia kembali menyerahkan kantong plastik itu padaku. "Nggak, apaan aku gak ngidam, Mbak." Aku terkekeh pelan saat melihat ekspresinya yang begitu lucu. Kantong plastik itu tidak mau diam, kami terus mengopernya tidak henti sampai pada akhirnya suara deru kendaraan menghentikan aktivitas.
9.976.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 2.8K Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

Talita cepat merebut plastik yang tengah diangkat oleh Mas Fatih itu. "Talita dan Kakay bakal habisin kok." "Bakal dihabisin katamu?" "Iya, kenapa? Gak boleh?" tanya Talita balik. "Ya iyalah gak boleh Talita, kamu pikir perutmu itu tong sampah segala macem kamu masukin?" "Ini gak boleh itu gak boleh, kenapa sih Papa gak kayak Mama? Papa itu bawel, baweeel banget dan pelit."
9.9194.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 5.1K Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Jutaan manusia di pesisir pantai duduk bermeditasi, mengirimkan nada frekuensi tinggi yang disarankan oleh para paus. Sampah-sampah plastik yang selama ini menjadi racun mulai hancur di tingkat molekul, berubah menjadi nutrisi bagi plankton-plankton bercahaya. Ikan-ikan mulai menari dalam formasi yang membentuk pesan syukur di permukaan air.
710 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 17 Vezes como tikar plastik
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status