Menantu Pahlawan Negara
"Yah, hasilnya adalah, aku hanya menampar Pak Jemi dengan satu tamparan saja, tapi Pak Jemi sudah ingin menghabisiku."
"Ini yang kamu sebut dengan berbesar hati, menoleransi?"
Ekspresi main-main menghiasi wajah Ardika, ucapannya membuat wajah Jemi langsung memerah. Dia berkata dengan emosi, "Bocah, apa identitas identitasmu? Apa identitasku?"
"Oh, ternyata berbesar hati dan toleransi yang Pak Jemi sebutkan itu berdasarkan identitas, ya? Lihat-lihat orang, begitu?"
Chapitres populaires