Di Ranjang Majikanku
“Tidak ada, hanya luka goresan ini saja. Itu pun tidak dalam, hanya sedikit perih.”
“Besok kita ke dokter ya.”
“Tidak mau. Cuma lecet sedikit.”
“Sudah terluka, masih saja keras kepala,” tegur Bhaga.
Mata Binar berkaca-kaca. Bibirnya bergetar halus saat matanya bertemu dengan mata Bhaga. Dia menjilat bibirnya. Tanpa diminta, Binar mendekatkan dirinya dan mengulum bibir Bhaga dalam.
Suara decapan bibir mereka yang beradu memenuhi kamar itu, dan ketika tautan bibir mereka terlepas, Binar sudah bersemu merah.