SELIR HATI
Ada jarak halus di antara mereka—tidak lagi dingin, tapi juga belum hangat.
Keesokan paginya, Lira muncul di ruang makan bersama Permaisuri Dias. Mereka tampak akrab, tertawa kecil sambil sesekali menatap ke arah Gita. Dias bahkan sempat berkomentar, “Lira ini teman lama Baginda. Mereka dulu sering bekerja sama, katanya sangat cocok dalam urusan diplomasi.”
Beberapa dayang tertawa kecil, seolah memahami maksud tersembunyi di balik kalimat itu. Gita menatap sendok di tangannya, berusaha tetap tersenyum.
Hot Chapters