Jerat Cinta Sang Taipan
Tapi tak lama kemudian, pintu terbuka dan pria itu muncul dengan paper bag bertuliskan nama restoran.
“Kau sudah bangun,” katanya sembari menyodorkan kecupan di kening.
Alexa membeku, lagi.
“Ya. Baru saja.”
“Mandilah. Aku akan menyiapkan semuanya.”
Tanpa banyak tanya, Alexa menurut. Beberapa menit kemudian, mereka duduk berhadapan di meja makan kecil dengan makanan hangat yang masih mengepulkan aroma sedap.