Suami Malang Tunarunguku
“Delapan bulan itu terasa kayak delapan tahun, tahu nggak? Tapi sekarang Uncle udah di sini, dan Uncle nggak akan pergi lagi. Uncle udah tinggal permanen di sini, di negara yang sama sama kamu.”
Jehan menarik kepalanya sedikit ke belakang, matanya melebar penuh kejutan dan kegembiraan. “Beneran, Uncle? Beneran Uncle nggak akan pergi lagi?” tanyanya, nadanya penuh harap. Tangannya masih mencengkeram leher Liam, seolah takut kalau pria itu akan menghilang lagi.
“Beneran,” jawab Liam sambil mengangguk, senyumnya melebar. “Uncle sembuh, dan mansion Uncle ada di sini. Jadi, kamu bisa mampir kapan aja, asisten chef kecil uncle.”
인기 회차