Pernikahan tanpa Bahagia
Ia baru selesai menulis bab terakhir dari bukunya — bukan novel cinta seperti sebelumnya, tapi kumpulan catatan reflektif berjudul Musim yang Tak Bernama.
Buku itu bukan tentang kehilangan atau pertemuan, melainkan tentang waktu — tentang hal-hal yang datang, tinggal, lalu pergi tanpa alasan, tapi tetap meninggalkan jejak.
Dan hari ini, Rani menulis kalimat terakhirnya:
> “Barangkali yang paling sulit bukan belajar melupakan, tapi belajar tetap hidup meski kenangan menolak pergi.”
Ia menatap kata-kata itu lama, lalu menutup laptopnya.
Bab Populer