Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Saya butuh bantuan Suster. Tolong, bisakah Anda membantu saya menghubungi seseorang? Seorang teman. Saya ... saya sangat khawatir tentang keselamatannya.”
Suaranya yang biasanya terkendali terdengar genting. Perawat, yang sudah mengenalinya sebagai pasien yang tenang, langsung menangkap keseriusannya.
“Saya akan bantu Anda, Pak Rendra. Tapi Anda harus tetap tenang, luka Bapak bisa—”
“Tolong,” potong Rendra, matanya memancarkan intensitas yang membuat perawat itu terdiam. “Ini darurat. Bukan darurat medis untuk saya, tapi mungkin darurat nyawa untuk orang lain.”
Chapitres populaires