PEMBALASAN DEWA MAUT
Di tengah kehancuran itu, Dewa Maut berdiri, tidak terluka, tetapi memancarkan aura lima warna yang berputar dalam sintesis yang sempurna —biru, merah, cokelat, perak, dan putih pucat.
Di kakinya, teronggok sisa-sisa tubuh Ki Jumantaka, yang kini tidak lebih dari onggokan abu dan kain robek.
Anggrawati tersentak, rasa ngeri mencekiknya. Ia telah melihat kehancuran, tetapi ini adalah pembantaian yang tenang, sebuah deklarasi kekuatan yang melampaui logika.
“Dipasena,” bisiknya, suaranya nyaris hilang.
인기 회차