Menikah Dengan Pelacur [Indonesia]
Cup
Seulas senyum teramat sangat manis dari Cinta, menular untuk Dewa di tengah pujian yang sama, "Aku yang harusnya bilang makasih ke kamu, Dewa. Punyamu juga enak banget dan—"
"—Mau nambah, hm?" Sampai-sampai ide untuk kembali berpacu dengan kobaran gejolak asmara hadir di bibir Dewa.
Ikut tertawa renyah, Cinta menolak ajakan panas itu dengan mengelus sejumlah rambut halus yang tumbuh di dada bidang Dewa, "Jangan sekarang, Sayang. Sewa kamarnya bakalan double sama Mami Chika nanti. Pas aku libur hari minggu aja baru kita long time di luar biar nggak mahal ya?"