AKU TANPAMU
Kurasa wanita itu merasa tak nyaman dengan basa-basiku dengan Gibran barusan.
“Eh, di sini aka Lin, santai aja. Kami emang sohib akrab jadi ya gini kalo ketemu, pada nyablak!” Gibran menahannya.
“Oiya, kenalin ini teman gue yang paling brengsek sekaligus paling beruntung. Namanya Fahry buaya darat.”
“Brengsek, lo!” Ku tinju pundak Gibran sebelum menyambut uluran tangan temannya tadi.