Istri Gila Pak Dokter
Aroma parfum, alkohol, dan asap rokok menyeruak menghantam hidung Eryas seperti tamparan busuk dunia malam.
Eryas tetap menjaga ekspresi profesional. Senyumnya manis, namun palsu. "Terima kasih atas pengajaranmu hari ini. Sekarang, saya izin pamit undur diri untuk pulang agar bisa langsung mempraktekkan semuanya pada Eira."
Renaldy hanya tertawa kecil, setengah sadar, gelas di tangannya hampir tumpah."Ya! Beritahu padaku jika Eira sudah hamil. Aku akan memberimu hadiah. Hahaha."