Tolong Perlahan, Dokter Nate!
Ingatan semalam muncul seperti potongan film rusak—lampu kelab malam, dentuman musik DJ, Silvi tertawa sambil menariknya ke tengah kerumunan, lalu… ia berkenalan dengan seorang pria.
Zayn.
Zayn dengan rahang tegas, rambut gelap berantakan, dan senyuman yang hangat.
“Aku… sama Zayn…?” Wajahnya langsung memanas. “Tidak, tidak, tidak…”