Antara Ambisi dan Cinta
Karena yang akan berpisah kali ini bukan sekadar dua tubuh, tapi dua jiwa yang saling menggenggam dalam ruang yang tak boleh diketahui siapa-siapa.
Ezra berjalan pelan mendekati Elara, memeluknya erat. Elara balas memeluk, dan untuk beberapa saat, dunia terasa berhenti berputar.
“Terima kasih sudah menemaniku,” bisik Ezra di telinganya.
Elara mengangguk dalam pelukannya, menahan napas. “Terima kasih sudah membuatku … untuk merasa hidup lagi.”
Ezra mengecup pelipis Elara dengan lembut, seolah ingin mengabadikan momen itu dalam ingatannya.