Kembalinya Sang Legenda Perang
Dalam gerakan kemarahan yang menggila, Aryan memanjatkan doa di tepi waktu, mematikan satu demi satu musuh dengan kemampuan dan ketepatan luar biasa.
Satu demi satu, anggota “Dark Immortal” berusaha untuk menyerang, tetapi Aryan seperti setetes air dalam arus, berkelok dan menari di antara peluru mereka. Dia seperti dewa perang, tatapan tajamnya seakan sorot mata yang melihat ke dalam jiwa setiap musuh. Selalu ada kebangkitan setelah serangan dari pedangnya.