author-banner
TifanyPujiLestari
TifanyPujiLestari
Author

Novels by TifanyPujiLestari

MAS IT & MBAK SECRETARY

MAS IT & MBAK SECRETARY

Erina menjadi sekretaris di kantor Tantenya untuk menghindari karir pilihan sang Ayah. Namun sikapnya yang genit membuat dia tertantang ketika berhadapan dengan Akmal, seorang staf IT yang terkenal super cuek. Bukan Erina namanya kalau pantang menyerah! Bagaimana usaha Erina mendapatkan perhatian Akmal? Apakah Erina akan tetap menerima Akmal, ketika dia mengetahui rahasia terbesar lelaki itu?
Read
Chapter: Bab 7: Kebab Untuk Erina
"Mari kita deketin cowok itu."Erina membisikkan kalimat tersebut pada bayangannya sendiri. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Kantor sepi, hanya suara langkah Akmal yang sesekali terdengar naik turun tangga.Dalam proses menunggu, Erina mulai ragu.Kok dia harus sampai segininya hanya untuk mendapatkan perhatian seorang lelaki? Biasanya satu kedipan saja sudah cukup membuat lelaki rela diseret ke kasur. Jangan-jangan semesta sedang memberitahunya bahwa Akmal memang tidak layak diperjuangkan.Ah, sudahlah.Semuanya harus dibuktikan terlebih dahulu.Erina berdiri dari kursinya lalu memeriksa penampilannya melalui pantulan monitor yang sudah mati. Dia mengenakan kemeja floral berlengan panjang dan rok merah gelap yang nyaris ungu. Kebetulan, warna kemeja Akmal hari itu hampir senada dengan roknya.Bisa jadi pertanda mereka memang serasi.Selalu ada kemungkinan.Erina berkaca melalui layar iPhone 13 pro max miliknya. Riasannya masih bagus, bulu mata ekstensi tetap rapi,
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Bab 6: Si Rajin Erina
"Pantri untuk apa?" seru Bu Berta."Makan, Bu ... " jawab semuanya serentak.Erina juga ikut menjawab. Dia menunduk sok patuh. Padahal dalam hatinya ngakak, karena dia tahu tantenya itu penggila sambal terasi. Jangan-jangan, dia ngamuk mencium sambal terasi di area kantor karena tidak ditawari."Kantor untuk apa?""Bekerja, Bu.""Kalau makan di mana?""Di pantri, Bu.""Kalian mau ulangi seperti ini gak?""Tidak, Bu."Bu Berta memperhatikan wajah karyawan-karyawannya seolah bisa membaca ekspresi siapa yang kurang meyakinkan. Namun akhirnya ia mengangguk, "Erina dan Kia, buat klasifikasi makanan yang diperbolehkan dimakan di area kerja dan yang tidak. Saya tunggu laporannya hari ini.""Baik, Bu," Erina dan Kia menjawab hampir bersamaan."Xavier, tolong pantau lantai dua. Pastikan gak ada yang mukbang juga di studio."Lelaki sipit berkacamata itu mengangguk patuh, "siap, Bu.""Silakan kembali bekerja." Bu Berta kemudian menuju tangga turun, disusul Xavier yang selalu jadi buntutnya.Erin
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 5: Misi Mengenal Akmal
“Lo lagi bikin sekte, Mas?”Mata Erina menatap tajam ke Akmal. Mereka berdua berdiri di depan pintu studio enam lantai dua yang terbuka. Studio itu dibilang kosong karena memang tak digunakan untuk shooting keperluan e-learning perusahaan edukasi ini. Namun Erina tak menyangka ajakan Akmal adalah untuk meeting bersama tim IT enam orang yang semuanya lelaki.“Itu anggota sekte pengabdi Erina katanya. Buruan masuk, mereka butuh bantuan susun proposal pengajuan tambahan manpower ke Bu Berta,” jawab Akmal datar.“Emang urusan gue? Penambahan karyawan tuh urusan Mbak Kia.” Erina melirik ke para lelaki yang sudah senyum-senyum menunggunya.“Kia aja angkat tangan. Cuma lo yang diharapkan bisa bujuk Bu Berta. Lo kan karyawan kesayangannya.”Hanya karena Erina tak terlihat sibuk dan punya ruangan sendiri, itulah yang orang pikirkan. Tak ada yang tahu bahwa ini karena Erina memang punya ikatan keluarga dengan Bu Berta.“Gak mau! Masa gue cewek sendiri?” bisik Erina kesal.“Ya gimana lagi? Ini m
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 4: Dialog Kakak Beradik
"Aduh, si Non ...."Malam hari di tengah kompleks perumahan mewah, sopir berseragam hitam-hitam itu kelimpungan. Badan kecilnya agak susah kalau harus membopong tubuh Erina.Dia menelepon Nathan, adik Erina. Yang harusnya malam ini menemani Erina, tapi memutuskan berduaan bersama pacarnya di rumah mumpung kedua orang tua mereka sedang staycation di Bogor.Pemuda itu masih mengucek-ngucek mata waktu melihat kakaknya dibiarkan tergeletak."Padahal masukin aja, Pak.""Ah, gak berani, Mas."Nathan berjongkok, menepuk-nepuk pipi kakaknya. "Kak Erin! Bangun dong! Lo janji loh gak keterlaluan mabuknya. Heh!"Dengan sekali guncangan di bahu, gadis itu membuka mata. Dia menyingkirkan rambut tebalnya yang menghalangi pandangan. Saat melihat Nathan, dia tersenyum lebar. “Dikit kok, Nate.""Tai lah, ganggu aja. Ayo bangun!"Dari halaman luas keluarga Rudolf yang bisa menampung enam mobil, mereka masuk ke ruang tengah raksasa dengan lampu kuning menggantung tinggi dari lantai tiga. Harum kayu dan
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 3: Cincin Akmal?
“Akmal Lucius Winarto.”Erina membaca nama pada label alamat, lalu meletakkan paket plastik hitam seukuran kotak sepatu itu di meja Akmal.Lelaki itu membuka sebelah headphone-nya, “Kenapa lo bawain ke sini?”“Sekalian naik aja.” Erina tersenyum.“Oh. Thank you.” Akmal meletakkan paket itu ke kolong meja, memakai kembali headphone-nya, lalu menatap komputer seolah Erina sudah tak ada di depannya.“Anytime, Mas Akmal.” Erina tak peduli Akmal tak meliriknya lagi. Sejujurnya dia sedang mencari alasan untuk menyebut nama itu. Nama yang akhir-akhir ini muncul di otaknya, sesering wajah Akmal yang tak bisa lepas dari mimpi di tidurnya.Di ruangan pengap yang hanya menjadi hunian bagi Erina, kursi putarnya yang sering macet dan meja besar yang berhimpitan dengan lemari arsip, dia hanya bisa memperhatikan keramaian di luar ruangan dari suara-suara yang terdengar. Pintunya memang tipis, jadi ruangannya tak kedap suara sama sekali.Minimal dua jam sekali pasti nama Akmal disebut.Ketika mendada
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 2: Pahlawan Baju Kusut
"Hi, guys. Udah pada makan?"Erina mengangkat sebelah tangannya menyapa tiga pemuda yang baru masuk ke pantri lantai satu. Mereka memakai seragam putih-hitam, kemungkinan karyawan baru yang butuh sekitar tiga hari lagi untuk diperbolehkan pakai pakaian formal bebas."Udah, Mbak. Mbak Erin baru mau makan?" Pemuda berambut cepak menjawab. Dia duduk di kursi dekat pintu. Kedua temannya saling menyikut, jelas salah tingkah disapa wanita seksi paling populer di kantor ini."Iya nih."Erina meletakkan pisang Sunpride dan satu bungkus kopi di atas meja keramik. Entah kenapa sejak masuk ke kantor ini dia justru jatuh cinta pada kopi sachet yang rasanya terlalu manis. Makan siang berat hampir tidak pernah menjadi pilihannya."Makan apa kalian tadi?""Nasi kotak, Mbak.” Kini pemuda berkacamata yang menjawab. Dia terkikik sendiri setelah berhasil bicara tanpa gemetar."Emangnya Mbak Erin nggak pernah makan katering?" Si rambut cepak bertanya lagi, tak ingin kalah.Erina menunjukkan pisangnya. "S
Last Updated: 2026-07-21
You may also like
Si Pemberontak CulunKu
Si Pemberontak CulunKu
Romansa · patricia.alodie
7.3K views
Bukan Pernikahan Impian
Bukan Pernikahan Impian
Romansa · Yanieswiwik
7.3K views
DUDA POLISI BUCIN
DUDA POLISI BUCIN
Romansa · Lystania
7.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status