LOGIN“Sayang, jangan lupa janji temu kita di akhir pekan,” Hary membaca pesan singkat dari Olin.“Syukurlah, masih ada waktu lima hari lagi. Aku sudah keringat dingin. Tanda cinta dari Alda masih memenuhi tubuhku,” gumam Hary sambil mengelus dada.“Sebenarnya apa yang ku inginkan? Balas dendam atau aku mulai jatuh cinta pada Alda?” “Sayang, kau semakin tampan memakai setelan itu,” Alda membalas pesan berisi foto Hary. “Siapa dulu yang pilih? Terima kasih ya, sayang. Aku suka setelan ini,” ujar Hary.Rosa menemui Bu Tika di restoran mewah yang lengkap dengan privasi.“Bu Tika, sampai kapan ibu akan terus tutup mata atas semua kelicikan Alda?” tanya Rosa dengan tatapan tajam.“Apa maksud kamu, Rosa?” Bu Tika tercengang mendengar pertanyaan Rosa.“Ini!” Rosa meletakkan beberapa foto pertemuan Bu Tika dengan Rafael.Wajah Bu Tika seketika berubah menjadi pucat pasi.“Dari mana kamu dapatkan foto-foto ini?” tanya Bu Tika dengan terbata-bata bahkan tangannya gemetar.“Rafael itu kekasih gelap
POV. Pertengkaran Olin dan Hary.“Sebaiknya kita ke apartemen lamaku,” ajak Hary.“Kenapa, sayang? Ada apa?” tanya Olin bingung.“Kita bertengkar hebat di sana. Kamu boleh menamparku dan memutuskan pertunangan kita secara resmi. Alda akan melihatnya lewat CCTV yang ia pasang di apartemen lama. Ia pasti sangat senang melihat pertengkaran kita di sana,” bisik Hary.“Baiklah, kita kesana dan buat Alda percaya bahwa kita telah benar-benar berpisah.Di apartemen lama milik Hary. Olin menampar Hary karena mencurigai adanya hubungan spesial yang terjalin antara tunangannya dengan Alda.“Akui saja semuanya. Kamu menyukai Alda? Kalian pernah berada di apartemen ini berdua di saat hujan? Gaun ini adalah saksinya!”“Aku dan Alda hanya sekedar rekan kerja. Kami hanya menjalankan syuting untuk konten karena sudah dikejar deadline,” Hary berusaha menenangkan Olin. “Kamu bohong! Kamu membantu Alda dalam kasus Rafael ‘kan?” cecar Olin makin emosi.“Aku tidak membantu apapun. Rafael mengakuinya se
“Sayang? Kenapa kamu gak bilang akan datang ke sini?” tanya Hary.“Ini!” Olin melempar sebuah goodie bag berisi gaun ke atas sofa.Hary membukanya lalu memeluk Olin. “Maaf ya sayang. Aku tahu ini berat. Aku mohon sebentar lagi.”“Sampai kapan? Apalagi yang kamu tunggu? Bukankah seharusnya Alda sudah hancur karena skandal kemarin? Kenapa kamu malah membantunya?” protes Olin.“Aku gak mungkin mengatakan kebenaran soal anak yang dikandung Alda. Olin tak boleh tahu aku melakukannya malam itu hingga Alda hamil.”“Kita harus menghancurkannya hingga ia tak mungkin lagi bisa bangkit. Ada rahasia yang masih belum ku ketahui tentang Alda. Aku mohon beri aku waktu sebentar lagi,” pinta Hary.“Kamu tidak sedang berbohong ‘kan?” Olin menatap lekat mata Hary.“Bohong? Untuk apa aku berbohong? Aku melakukannya demi kematian Cika. Aku ingin Alda merasakan hal yang dirasakan oleh Cika,” mata Hary mulai basah.Olin memeluk erat kekasihnya. “Ya, kamu harus ingat dengan tujuan kita. Aku melakukannya demi
"Mengapa kamu mengingkarinya, Al. Bukankah kita telah berjanji akan merayakan hari ulang tahunmu bersama?" Hary meletakkan kue ulang tahun di tangannya di atas meja lalu merebahkan diri di atas ranjang.Pikirnya melayang teringat kisah manis di antara dirinya dan Alda beberapa tahun yang lalu."Kak Hary!" Alda berlari ketika masuk ke dalam apartemen milik Hary. Wajahnya sangat panik melihat Hary tergeletak di lantai."Happy birthday!" Hary membuka matanya lalu memeluk Alda dengan hangat."Jadi, kamu bohongi aku?" Alda melepaskan pelukan Hary dengan kesal.Hary menahan tangan Alda sambil terkekeh."Maaf, Al. Aku hanya bercanda. Aku ingin tahu seberapa cepat kamu datang ketika tahu aku sekarat.""Kamu tertawa? Kamu gak tahu bagaimana paniknya aku? Jantungku rasanya hampir lepas," protes Alda."Cup," Hary mendaratkan bibirnya di bibir Alda. Wajah Alda seketika berubah warna. Pipinya merona karena tersipu malu.Hary mengulanginya dengan memberikan kecupan kedua. Alda membalasnya
POV. Pertemuan Rafael dan Hary.“Rafael?” Hary menghampiri pria yang menggunakan hoodie berwarna biru di meja paling pojok sebuah kafe.“Pak Hary?” Rafael beranjak dengan mata terbelalak.“Mau kemana? Kenapa kamu seperti ketakutan?” Hary menahan lengan Rafael.“Sial! Aku dijebak,” gerutu Rafael.“Jadi, bapak yang meminta saya untuk bertemu?” tanya Rafael.“Sebaiknya sekarang kamu duduk. Saya punya kesepakatan yang sangat menguntungkan untuk kamu,” Hary menepuk salah satu bahu Rafael.“Sekarang jelaskan pada saya. Apa tujuan pertemuan kamu dengan Bu Tika?” Hary menunjuk foto Rafael dan Bu Tika di sebuah club malam.Rafael terdiam dengan wajah gugup. Ia tak menyangka pertemuannya dengan Bu Tika di tempat yang menurutnya paling aman diketahui orang lain. Foto itu diambil dua hari sebelum skandal tentang kebohongan Alda terbongkar.“Kenapa? Kamu bingung kenapa saya bisa punya foto-foto ini?” tanya Hary dengan senyum sinis.“Kalau saya jawab, anda bisa kasih yang lebih besar dari Bu Tika?”
“Dari hasil pemeriksaan, Bu Rima mengalami kontraksi setelah mengonsumsi air rendaman rumput Fatimah. Ini sangat berbahaya, Pak. Beruntung janin dalam kandungannya kuat. Saya harap ke depannya bapak bisa lebih memperhatikan apapun yang dikonsumsi oleh Bu Rima,” ungkap Dokter Cindy.“Baik, Dokter. Terima kasih. Saya akan lebih perhatian terhadap istri saya,” Fandi berusaha tetap tenang. Ia melirik Rima yang masih terbaring lemah di ruang perawatan.“Suster Ida. Dia yang mengurus semua tentang Rima,” ujar Fandi dalam hati.“Mbak kamu ke rumah sakit sekarang!” Fandi menelepon asisten rumah tangganya.Fandi membuka tirai IGD tempat ia melihat Hary dan Alda. Namun tak ada siapapun di sana.“Ternyata benar, aku salah lihat.”**“Al, kamu yakin gak masalah? Kamu harus mendapat perawatan lebih lanjut. Kamu baru saja mengalami keguguran,” tanya Hary khawatir.“Aku gak mau suami aku tahu soal ini. Tolong rahasiakan semuanya, Kak,” jawab Alda dengan wajah sendu. Tubuhnya terbaring di atas ranjan
“Influencer berinisial “R” yang dijuluki si Malaikat mengalami kecelakaan tunggal dan menabrak sebuah warung. Menurut hasil penyelidikan sementara, kecelakaan terjadi diduga karena mabuk,” Alda tersenyum lebar membaca berita di sosial media.“Akhirnya, si malaikat itu tumbang juga? Ini balasannya un
“Bu, maaf jika pertanyaan saya ini terdengar lancang,” ujar Mbak Asih.“Oh ya, Asih. Kemarin saat ditelepon saya belum bilang semuanya. Sesuai dugaan kamu, Rima memang sedang hamil. Anak dalam kandungannya adalah anak suami saya. Rima seorang gundik. Tugas kamu selain mengurus rumah ini, kamu juga
“Ri, bagaimana kabar kamu? Apa semuanya baik-baik saja?” tanya Riko dalam pesan singkat.“Sejauh ini semuanya baik. Kak Alda jauh lebih tenang dari yang ku kira. Aku semakin merasa bersalah, Rik,” balas Rima.“Maksudmu, Kak Alda bersedia menjalani pernikahan poligami ini?” tanya Riko.“Tidak, Riko.
“Sayang, kamu sudah sadar?” Fandi mengecup lembut tangan Alda.Alda membuka matanya perlahan.“Mas Fandi. Aku cinta sama kamu, Mas,” ucapnya lirih.“Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Aku hanya ingin meminta waktu untuk melepaskan Rima. Aku mohon, Al. Anak dalam kandungan Rima tidak bersalah.







