Início / Romansa / Boss With Benefit / BOSS WITH BENEFIT - 11

Compartilhar

BOSS WITH BENEFIT - 11

Autor: Pipit Chie
last update Data de publicação: 2026-05-25 17:14:36

“Begini?” Naila berbaring di sofa dan Devan memijat pinggangnya yang serasa mau patah.

”Iya,” Naila tengkurap, memeluk bantal dengan mata terpejam, tidak peduli pada ketelanjangannya dari ujung kaki sampai ujung kepala, bokongnya bahkan sejak tadi dijadikan tempat bermain oleh tangan Devan.

Devan memijat ditemani tayangan Netflix di layar kaca.

”Dev, kerasan dikit, dong. Giliran masuk maunya keras-keras, giliran mijat udah kayak orang nggak punya tenaga,” omel Naila.

Pria itu menghela napas dan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 143

    SPIN OFF: AGUSTIAN NUGROHO - MAYA DANIKA “Malam ini ke mana lo?” ”Kenapa lo nanya-nanya?” Agus menoleh pada Gabriel yang sedang duduk dengan wajah masam. “Lagi kesel banget gue,” Gabriel menghela napas panjang, “gebetan gue bilang nggak mau ketemu gue lagi, katanya gue nyebelin.” Suara tawa keras terdengar, bukan dari Agus, melainkan dari Edo. ”Lo kalau main berisik, sih,” ledek Edo. “Di mana-mana cewek yang banyak omong, lah elo? Bikin kuping cewek lo budek, kalau gue jadi dia juga bakal gue putusin.” ”Monyet lo!” maki Gabriel. ”Udah gebetan ke berapa yang mutusin lo dalam bulan ini?” ”Tiga … empat? Lupa.” Agus hanya diam saja sambil mengecek pekerjaanya. Sebagai team leader tanggung jawabnya lebih banyak daripada yang lain, jadi ia jarang bersantai seperti Gabriel dan Edo. Suara tawa kecil terdengar, Agus mengangkat kepala untuk menatap Naila dan Devan yang sedang mengobrol, tanpa sadar

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 142

    Naila mendekati ranjang, kakinya perlahan naik ke permukaan kasur. Ia berdiri di sana, di depan Devan, dengan gerakan pinggul yang halus dan penuh percaya diri. Sambil berputar, ia membiarkan bahu gaun tidurnya melorot sedikit, memperlihatkan kulit lembut di bawahnya. Tangannya kemudian menarik bagian gaun itu lebih rendah, hingga akhirnya kain sutra itu tidak lagi menampung payudaranya yang padat. Naila terus menari dengan sensual di depan Devan yang bersandar di kepala ranjang, wanita itu kemudian melepaskan celana dalamnya lalu melemparnya ke dada Devan.Devan tersenyum, meraih celana dalam itu dan menggenggamnya. Istrinya masih masih berdiri di atas ranjang, perlahan Naila memutar tubuh membelakangi Devan, wanita itu kemudian duduk mengangkang lalu merendahkan tubuhnya ke depan, memperlihatkan bokongnya yang mulus kepada sang suami, Naila menggerakkan bokong itu seolah sedang bercinta, gerakan twerking dan mendorong pinggulnya maju mundur ke depan. Devan mengelus kejant

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 141

    “Malam ini gue telepon bokap. Lo dan Pak Dev bisa ikut acara lamaran gue, kan? Keluarga gue nggak banyak, jadi biar nggak sepi-sepi amat, ikut, ya. Please.””Iya, iya. Nanti gue datang.” Naila lalu menoleh pada Devan yang kini sibuk dengan ponselnya, “kamu ngapain, Mas?””Chat Om Hadi, bilangin malam ini ke Jakarta, aku pesanin tiket. Aku bilang anak cowoknya ngamilin cewek.””Pak! Buset!”Naila tertawa keras, sementara Devan menyeringai, ia menunjukkan layar ponselnya yang meminta Hadi, Mulan dan juga Meiska ke Jakarta malam ini juga. Devan juga segera memesan tiket pesawat untuk mereka.”Pak, astaga, bapak saya nanti jantungan.””Nggak, jantung Om Hadi baik-baik aja.” Devan terkekeh puas melihat wajah pucat Agus, terlebih saat ponsel yang Agus letakkan di atas meja bergetar dan nama ‘Bokap’ tertera di layarnya.”Mampus,” gumam Agus segera mengangkat panggilan itu, “halo, Pa.””KAMU HAMILIN CEWEK? AGUSTIAN NUGROHO, KAMU BENERAN NGAMILIN CEWEK?!

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 140

    Naila hanya bisa mengangguk, meskipun matanya yang penuh air mata menunjukkan betapa besar rasa sakit yang ia alami. Dengan satu tarikan napas dalam, ia mendorong tubuhnya lebih kuat, mengikuti instruksi dokter yang sudah menunggu di dekat kakinya. Devan menatap istrinya dengan penuh kekaguman, merasakan bagaimana tubuh Naila berjuang untuk melahirkan anak mereka. Ia merinding melihatnya, merasa tidak pernah menyadari betapa beratnya proses ini bagi seorang wanita. Hatinya nyaris meledak dengan campuran perasaan—cinta yang tak terbatas dan ketakutan yang mendalam—melihat betapa kuatnya Naila menghadapi rasa sakit itu.Matanya terasa panas oleh air mata, yang perlahan mengalir di pipinya tanpa bisa ia cegah. Ia merasa begitu terharu, tidak hanya karena melihat perjuangan Naila, tetapi juga karena ia tahu ini adalah hal yang paling menakjubkan di dunia.Naila mengerang sekali lagi, tubuhnya sedikit menegang saat kontraksi datang begitu hebat. Devan menggenggam tangannya lebih

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 139

    Naila sedang terlelap dengan napas yang teratur, tubuhnya yang kelelahan tertidur nyenyak di sisi Devan. Namun, tiba-tiba, rasa nyeri yang tajam menusuk perutnya. Ia tersentak bangun, memegang perutnya sambil mengerutkan kening. Napasnya memburu, dan tangannya dengan gemetar menyentuh lengan Devan.“Mas … Mas, perutku sakit,” bisiknya pelan, tapi penuh kepanikan.Devan yang tadinya tidur lelap, langsung membuka matanya. Ia melihat wajah Naila yang menahan sakit, tanpa banyak bertanya, ia segera bangun dan duduk di sisi istrinya. “Sakit banget, Sayang?” tanyanya dengan nada cemas, tangan besarnya sudah mengusap perut Naila dengan lembut, mencoba memberikan kenyamanan.Devan merasa detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya ketika ia melihat Naila duduk sambil menggigit bibirnya dan meremas selimut. Raut wajah Naila berubah, tubuhnya bergetar sedikit saat ia mengerang menahan sakit. Sejenak, Devan merasa dunia seakan berhenti berputar. Ini adalah kali pertama ia m

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 138

    “Keras banget, kayaknya jadi lebih gede, ya,” Naila mencium batangnya dengan kecupan-kecupan kecil.”Dua minggu nggak diapa-apain,” jawab Devan menahan napas karena kini bibir Naila menciumi pangkalnya yang besar, Naila membuka mulut dengan lebar, mengisap pangkal yang terasa semakin keras di mulutnya. Lidahnya membelai kulit kejantanan yang menonjolkan urat-urat, ia mengulum batang itu dari samping, dari pangkal sampai ke tengah sebelum Naila kembali mengulum bagian atasnya dengan kuat. “S—Sayang ….” Napas Devan memberat seiring dengan kejantanannya yang terus dikulum oleh istrinya.”Mas Dev ….” Naila melepaskan kejantanan itu, ia merangkak untuk mencium leher suaminya, Devan mendongak agar Naila bisa mencium jakunnya dengan lebih leluasa, wanita itu memainkan jakun Devan seperti ia memainkan kejantanan pria itu barusan. Puas mencium leher sang suami, Naila mengarahkan ciumannya di dada bidang Devan, menjilat dan mengisap puting dada Devan hingga Devan terkesiap, di bawah sana, Naila

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 6

    Naila berdiri, keluar dari ruang meeting menuju ruang kerja Devan, ia mengetuk pintu dengan pelan. ”Masuk!” Terdengar sahutan dari dalam. Naila mendorong pintu. “Permisi, Pak.” ”Ada apa?” tanya Devan sambil sibuk menatap layar laptopnya. “Saya mau tanya soal desain yang barusan, salahnya di

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 5

    Naila: Tok tok Xoxo: Hmm? Naila: Udah makan siang? Xoxo: Belum, sebentar lagi. Ada apa? Naila: Nanya aja kali, Pak. Xoxo: Kamu di mana? Naila: Kantin. Xoxo: Aku titip makanan. Naila: Dih, ogah. Sini aja turun sendiri. Males jadi babu. Xoxo: Aku sudah berbaik hati ngasih tim kamu m

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 4

    “Lo nggak ke apartemen gue, kan?” Naila memastikan Tere akan ke apartemennya atau tidak, karena kalau sahabatnya itu datang, rencana terpaksa berubah, Naila tidak bisa membiarkan Devan datang ke tempatnya. ”Nggak, Randi mau nginap di tempat gue,” jawab Tere sambil menunggu makanannya diantar. “Ken

  • Boss With Benefit   BOSS WITH BENEFIT - 3

    Naila sedang menunggu flat white-nya bersama Agus, Edo dan Gabriel. ”Gue nggak tidur mikir revisian semalaman, memang anjing tuh bos,” umpat Agus dengan wajah kusut. ”Yang nyuruh lo mikir semalaman siapa? Tidur, makanya,” sahut Naila. ”Masalahnya kalau proyek ini dilempar ke tim lain, hilang h

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status