Share

Calon Suamiku Galak

Author: DAUN MUDA
last update publish date: 2026-05-24 22:53:15
Sambil menyambar jas kerjanya di atas meja dengan gerakan kasar, Adnan menatapku tajam.

"Tapi kita bawa mobil masing-masing. Aku akan ikuti mobilmu dari belakang. Aku nggak mau repot-repot harus nganter kamu pulang setelah makan malam sialan ini selesai."

Aku tertawa meremehkan untuk memprovokasi harga dirinya. Lalu melangkah maju, hingga ujung sepatu hak tinggiku nyaris menyentuh sepatunya.

"Bawa mobil masing-masing? Oh, ayolah, Pak Adnan. Mana ada sepasang kekasih pergi kencan tapi konvoi di j
DAUN MUDA

:-0

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Kasih Sayang Palsu

    “Kamu nggak perlu kaget atau panik kalau tiba-tiba ada black campaign yang keluar nyerang produk kita di pasaran."Seketika itu juga, Adnan menatapku dengan wajah penuh tanya."Apa maksudmu?"Aku menyandarkan punggung ke sofa, menatapnya sungguh-sungguh."Serangan itu datangnya dari Mandala Kapital. Rifat mau bikin Solvio cacat di mata publik, supaya produk dari perusahaannya tetap mendominasi pasar."“Rifat bukan orang bodoh yang ceroboh membiarkan strategi internalnya bocor ke luar."Aku menyunggingkan senyum tipis, memutar gelas anggur di depanku."Rifat memang nggak bodoh, Adnan. Dia pakai salah satu orang kepercayaannya di Mandala Kapital untuk nyusun strategi kotor itu."Aku menjeda kalimatku, mengingat laptop belasan juta milik Kenan yang kini sudah jadi rongsokan. Ada sedikit rasa bersalah yang melintas, namun segera kutepis jauh-jauh. Demi menghancurkan Rifat, semua bidak harus rela dikorbankan."Tapi sayangnya, orang kepercayaannya itu punya sedikit hati nurani. Dia kayak ngg

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Menciummu Sekarang Juga

    Mendengar nama itu disebut dari mulutku, tubuh Adnan menegang. Sorot matanya yang semula dipenuhi kejengkelan kini berubah menjadi kewaspadaan."Rifat?" Adnan mengulang nama sepupunya sendiri.Aku mengangkat kepalaku dari pundaknya. Lalu menyunggingkan senyum miris karena luka masa lalu."Aku ada di Monexia bukan karena kebetulan, Adnan. Aku memilih menjeratmu bukan karena aku mendambakan posisi biar bisa disisimu. Tapi aku datang untuk menghabisi Mandala Kapital.”Kemudian aku menoleh dan menatapnya dengan sorot sungguh-sungguh.“Aku mau lihat Rifat jatuh, hancur, kalau perlu sampai dia miskin. Nggak punya apa-apa lagi di dunia ini."“Dila? Kamu serius?”"Aku mau sepupumu yang brengsek itu tahu kalau aku bisa dapatin apa pun yang kumau, termasuk lelaki yang kesuksesannya ada di atas dia. Yaitu … kamu."Aku menatap kedua mata Adnan tanpa keraguan.Tiba-tiba, aku tertawa namun terdengar sinis dan dingin. Lalu melepaskan cekalan tanganku di lengannya. Kemudian bersandar di sofa dengan ga

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Calon Suamiku Galak

    Sambil menyambar jas kerjanya di atas meja dengan gerakan kasar, Adnan menatapku tajam."Tapi kita bawa mobil masing-masing. Aku akan ikuti mobilmu dari belakang. Aku nggak mau repot-repot harus nganter kamu pulang setelah makan malam sialan ini selesai."Aku tertawa meremehkan untuk memprovokasi harga dirinya. Lalu melangkah maju, hingga ujung sepatu hak tinggiku nyaris menyentuh sepatunya."Bawa mobil masing-masing? Oh, ayolah, Pak Adnan. Mana ada sepasang kekasih pergi kencan tapi konvoi di jalanan kayak lagi pawai?" sindirku dengan nada manja."Saya mau kita satu mobil. Saya mau duduk manis di sebelah Anda. Layaknya sepasang kekasih yang sesungguhnya."Adnan kemudian mundur agar menjauh dariku."Jangan keterlaluan, Dilara! Aku udah turuti maumu, jangan mendikte gimana cara --- ""Apa harus saya ingatkan lagi tentang alamat rumah orang tua Anda, Pak?" potongku dengan unsur ancaman yang langsung membuat Adnan diam seribu bahasa.Tangannya mengepal kesal dengan mata menatapku geram. A

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Hubungan Intim Kita

    Hatiku bergemuruh mendengar sindiran Adnan yang jelas-jelas keterlaluan dan sengaja dilakukan untuk meruntuhkan harga diriku.Namun, aku menolak untuk terpancing emosi dan terlihat lemah.Perlahan aku menarik nafas dalam-dalam lalu menunjukkan senyum tenang sambil menatap matanya."Benar kata Anda, Pak Adnan. Memang ada masalah di tempat tidur, seperti tuduhan Anda," jawabku santai.Membuat mereka yang hadir di ruang rapat saling lirik."Semalam saya tidur larut karena harus memeriksa ulang seluruh kesiapan sistem Solvio agar tidak ada error sekecil apa pun. Ditambah lagi kemacetan pagi ini sama sekali tidak bersahabat. Tapi saya jamin, keterlambatan setengah jam ini tidak akan mengurangi kualitas hasil kerja keras saya."Mendengar jawabanku yang berkelas dan berani, Adnan menghentikan ketukan pulpennya. Wajahnya sedikit kesal tapi dia segera menguasai diri agar tetap terlihat berwibawa."Bagus kalau begitu. Duduk di tempatmu, Dilara. Kita tidak punya banyak waktu untuk membahas urusan

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Kendala Di Tempat Tidur

    Begitu melangkah keluar dari ruangan Adnan, aku menuju basemen dengan langkah santai sambil menikmati kemenangan kecil hari ini.Adnan mungkin mengira dia bisa mengendalikan bidak caturnya, tapi dia tidak sadar bahwa papan caturnya sendiri sudah berada di bawah kuasaku.“Jangan harap bisa mengaturku, Adnan. Karena aku datang, untuk menggunakanmu melawan Rifat. Jadi … bersiaplah.” Gumamku pada diri sendiri.Tepat saat aku memarkirkan mobil di basemen apartemen, ponselku bergetar.Sebuah notifikasi pesan masuk dari …“Kenan.”Aku membukanya dan seketika seulas senyum santai dan lepas terbit di bibirku.Kenan mengirimkan sebuah foto. Di atas meja makannya yang sederhana, sudah tertata rapi dua piring nasi goreng dengan kepulan asap tipis, lengkap dengan lauk cumi pedas manis k yang menggoda selera.Di tengah meja, sebuah lilin kecil dinyalakan sebagai pemanis.[Dari Kenan : Sudah siap, Tuan Putri. Cepat datang sebelum cumi pedas manisnya nggak manis lagi.]Kebetulan perutku keroncongan ka

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   I Love You

    Tepat saat jam pulang kerja, layar ponselku menyala, menampilkan nama yang membuat senyum dingin terbit di bibirku.Adnan.Aku menggeser tombol hijau, menempelkan benda pipih itu ke telinga."Ke ruanganku sekarang. Jangan sampai ada yang lihat," perintahnya singkat.Dan langsung memutuskan sambungan sebelum aku sempat mengiyakan. Suaranya yang kaku memicu alarm kewaspadaan di kepalaku.Aku merapikan sisa berkas di meja lalu melangkah menuju lantai atas. Langkahku tenang, namun otakku bekerja dua kali lebih cepat.Di depan pintu eksekutif itu, aku memasang kembali topeng pegawai yang patuh. Aku mengetuk pintu dua kali lalu melangkah masuk.Adnan perlahan memutar kursi kebesarannya, lalu berdiri. Ia berjalan dan bersandar di tepi meja kerja. Kedua tangannya bersedekap di dada, matanya menatapku dengan sorot dingin."Udah dapat mangsa baru, Dila?" tanya Adnan tiba-tiba.Suaranya terdengar meremehkan sekaligus merendahkanku."Maksud Bapak apa?"Adnan mendengus sinis, senyum tipis yang mere

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status