Share

Chapter 57

Author: Reartha
last update publish date: 2026-06-15 10:22:21

Seminggu bisa terasa sangat panjang kalau seseorang sedang berusaha menyesuaikan diri dengan hidup yang sama sekali baru.

Dan itulah yang dirasakan Yusallia.

Hari-hari setelah acara keluarga Raymond berlalu dengan ritme yang perlahan mulai membentuk dirinya ke dalam kebiasaan-kebiasaan baru. Tidak ada perubahan besar yang datang sekaligus. Tidak ada keajaiban yang membuat semuanya mendadak terasa mudah. Yang ada justru hal-hal kecil. Sangat kecil. Nyaris sepele kalau dilihat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 77

    Rionegro sampai di rumah sakit dengan napas yang masih tersengal dan tangan gemetar. Mobilnya diparkir sembarangan di area drop-off, tidak peduli dengan mobil lain atau petugas yang memberi isyarat. Seluruh tubuhnya terasa panas dan dingin sekaligus, seperti ada arus listrik yang terus berputar di dalamnya. Ia hampir tidak menyadari langkahnya sendiri ketika keluar dari mobil, hanya tahu satu hal: Yusallia. Hanya Yusallia yang ada di kepalanya saat itu. Koridor rumah sakit yang biasanya terasa rapi dan tenang kini tampak seperti labirin asing yang bergerak lambat. Lampu neon di atasnya berkelip seolah menahan waktu, dan suara langkah perawat yang berlarian terdengar terlalu jauh, terlalu cepat, dan terlalu jauh dari kontrolnya. Rionegro berlari, melewati meja registrasi, tanpa menoleh pada siapa pun. Saat ia telah sampai di lantai UGD, bau antiseptik, suara monitor, dan bunyi sepatu perawat di lantai keramik yang mengilap membuatnya hampir tidak bisa b

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 76

    Minggu siang itu Jakarta terasa panas dan lengang. Jalan-jalan utama dipenuhi kendaraan, tapi tidak terlalu padat. Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya di aspal yang sedikit basah dari hujan semalam, memberi kesan kota yang seolah bergerak lambat. Di dalam mobil hitamnya, Yusallia memegang setir dengan tangan sedikit berkeringat. Ia menyesuaikan posisi kaca spion, lalu menarik napas panjang. "Santai aja, Yusa," gumamnya pelan, seolah mencoba menenangkan dirinya sendiri.Hari itu, ia memutuskan untuk kembali ke apartemen Rionegro sendiri. Bukan karena ia ingin membuat jarak, tapi karena ada perasaan aneh di dada yang membuatnya ingin mengurus semuanya sendiri, meski hanya sebatas perjalanan pulang.Yusallia menyalakan radio mobil, tapi hanya terdengar suara samar, hampir seperti latar yang tidak terlalu penting. Matanya terus menatap jalan, tapi pikirannya melayang ke apartemen. Ia membayangkan Rionegro menunggu, duduk di sofa, menatap ke arah pintu saat langkah kak

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 75

    Pagi itu, cahaya Jakarta menyelinap pelan ke dalam apartemen Rionegro. Sinar matahari masih lembut, menembus tirai tipis dan memantul ke lantai dengan pola yang hampir sama seperti beberapa hari terakhir. Namun pagi itu berbeda. Ada rasa cemas yang tak terlihat namun menempel di udara. Rionegro duduk di kursi ruang kerjanya, laptop terbuka di hadapannya, catatan materi perkuliahan minggu depan berserakan di meja, tapi pikirannya sulit fokus.Ia mencoba membaca slide yang sudah ia buat, menata kata demi kata agar bisa jelas ketika menjelaskan ke mahasiswa. Tapi matanya terus melayang ke layar ponsel yang bergetar beberapa kali di samping laptop. Setiap notifikasi terasa menambah tekanan yang sudah ada, meskipun itu hanya pesan dari staf atau pengingat kecil dari Pak Arman, asisten ayahnya.Lalu, telepon itu berdering. Nama ayahnya muncul di layar.Rionegro menarik napas panjang, meletakkan pena, dan mengangkat panggilan. “Iya, Ayah.”“Rion,” suara

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 74

    Sore itu, rumah keluarga Callisto terasa hangat, tapi tetap dipenuhi rasa tegang yang samar. Yusallia duduk di ruang tamu, memeluk bantal kecil di pangkuannya, matanya sesekali menatap ke luar jendela, ke halaman yang diterangi cahaya senja yang perlahan meredup. Ia tahu Rionegro akan datang. Sudah sejak beberapa jam lalu, ponselnya bergetar dengan pesan singkat dari pria itu.> Aku akan datang sore ini, setelah dari kampus. Kita bicara berdua.Pesan itu sederhana, tapi cukup untuk membuat jantung Yusallia berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Ia menaruh cangkir teh hangat di meja sampingnya, menarik napas perlahan, dan mencoba menenangkan pikiran. Ia tidak punya jadwal rumah sakit hari itu, tapi hatinya tetap terasa penuh. Setiap menit yang ia habiskan menunggu Rionegro terasa seperti waktu yang terseret terlalu lambat.Beberapa staf rumah bergerak pelan di sekitar, menyiapkan teh, memastikan lampu tetap menyala, tapi Yusallia hampir tidak menyadari

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 73

    Sore itu, rumah keluarga Callisto terasa lebih sunyi dari biasanya.Bukan karena tidak ada orang di dalamnya. Justru ada beberapa staf rumah yang masih berjalan pelan di lorong, sesekali terdengar suara pintu tertutup dari kejauhan, dan dering ponsel Damian yang sejak tadi tidak berhenti sepenuhnya.Tapi tetap saja.Ada sunyi yang terasa lain.Sunyi yang muncul bukan karena tidak ada suara, melainkan karena seseorang di rumah itu sedang berusaha keras terlihat baik-baik saja.Yusallia duduk di sofa ruang tengah dengan kedua tangan menggenggam cangkir teh hangat yang bahkan belum ia minum sejak tadi. Rambutnya dibiarkan jatuh di bahu, sedikit berantakan, seolah ia tidak punya cukup tenaga untuk merapikannya. Wajahnya pucat. Matanya lelah.Dan senyumnya...Senyum itu ada.Tapi tidak sampai ke matanya.Damian berdiri tidak jauh darinya, bersandar di dekat rak buku dengan kedua tangan terlipat di depan dada

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 72

    Malam di rumah Callisto terasa lebih sunyi daripada biasanya.Bukan karena rumah itu benar-benar sepi. Lampu-lampu tetap menyala hangat di beberapa sudut. Dari lantai bawah, sesekali terdengar langkah pelan para staf rumah yang masih membereskan sesuatu. Suara televisi dari ruang keluarga sempat terdengar sangat kecil, lalu menghilang lagi. Semuanya tetap berjalan seperti rumah besar yang hidup sebagaimana mestinya.Namun entah kenapa, malam itu tetap terasa sunyi bagi Yusallia.Ia sedang duduk sendiri di kamar lamanya, tepat di tepi tempat tidur yang dulu pernah terasa begitu akrab sampai ia bisa duduk berjam-jam di sana tanpa merasa asing. Tirai jendela setengah terbuka. Di luar, langit Jakarta tampak gelap dengan cahaya lampu taman yang jatuh lembut ke halaman samping rumah. Angin malam bergerak pelan, membuat ujung tirai sesekali bergeser tipis.Di pangkuannya, jemari Yusallia saling bertaut.Sudah beberapa hari ia pulang ke rumah ini

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 48

    Pelayan datang membawa makanan mereka, meletakkannya di meja, lalu pergi lagi. Savira tidak menyentuh makanannya. Fokusnya sepenuhnya tertuju pada pria di depannya. Rionegro juga tidak langsung makan. Jari-jarinya bergerak pelan di sisi cangkir kopi, lalu berhenti.

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 37

    Pagi itu datang dengan cara yang terasa terlalu pelan. Bukan karena matahari terlambat terbit, melainkan karena bagi Yusallia, waktu seolah sengaja berjalan hati-hati di tempat yang masih belum terasa seperti rumah. Cahaya pagi masuk dari sela tirai kamar yang semalam ditempatinya

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 35

    Perjalanan menuju apartemen Rionegro terasa lebih panjang dari biasanya, meskipun jalanan siang itu tidak terlalu macet. Atau mungkin bukan jalannya yang terasa panjang. Mungkin yang memanjangkan semuanya adalah keheningan di antara mereka. Setelah ber

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 33

    Pagi itu datang dengan cara yang terlalu tenang. Cahaya matahari masuk perlahan dari sela-sela tirai kamar Yusallia, lalu jatuh lembut di lantai dan di tepian tempat tidurnya, membentuk garis-garis terang yang biasanya terasa hangat. Namun hari itu, semuanya justru terasa berbeda.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status