แชร์

Bab 47

ผู้เขียน: Author Marr
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-11 20:55:52

Acara makan malam akhirnya selesai.

Leon meraih lenganku. "Aku ke toilet sebentar. Tunggu di mobil."

Aku mengangguk. Aku berjalan keluar ruangan VIP menuju lorong panjang menuju tempat parkir tapi entah kenapa, aku berbelok ke arah yang salah.

Aku masuk ke kamar mandi wanita di ujung lorong.

Dan di sana, mereka berdiri.

Adrian.

Sebastian.

Adrian bersandar pada dinding, tangan di saku celana.

Sebastian berdiri di sampingnya, tangan dilipat di dada.

"Adrian, Sebastian."

Adrian berjalan mendekat
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 51

    Ciuman Leon masih terasa di bibirku, perih, agresif, penuh kepemilikan tapi aku tidak puas dan masih haus. Aku ingin lebih.Aku melepaskan diri dari pelukan Leon dan melangkah mundur, tepat di antara Adrian dan Sebastian. Tanganku meraih tangan mereka berdua, lalu aku letakkan telapak tangan mereka di dadaku"Rasakan, aku sudah basah," kataku.Adrian mengerang pelan. Tangannya yang tadinya ragu kini mulai meremas dadaku dengan lembut, melalui kain gaun. Sebastian mengikuti tangannya yang besar dan kasar meremas sisi lain dadaku, dengan tekanan yang berbeda."Haaah... ya... seperti itu..." Aku memejamkan mata, menikmati sentuhan mereka berdua.Leon berdiri di depanku dengan tangan terlipat di dada. Wajahnya dingin tapi matanya, matanya hitam pekat, gelap oleh hasrat yang tidak bisa dia sembunyikan."Keterlaluan, di tengah lapangan? Orang bisa melihat," kata Leon.Aku tertawa, tertawa pelan di sela-sela desahan. "Kau yang memulai semuanya. Kau yang menciumku di depan mereka. Sekarang k

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 50

    “Cukup,” suara Leon memotong dengan dingin. Matanya yang hitam pekat menatap Adrian dan Sebastian bergantian. “Aku yang memutuskan.”Sebelum aku sempat bereaksi, Leon meraih tanganku dan menarikku ke arahnya. Tubuhku menghantam dadanya yang bidang lalu dia menciumku.Bukan ciuman lembut seperti Adrian, bukan ciuman hangat seperti Sebastian. Ini ciuman beringas penuh amarah, penuh kekuasaan, seperti dia ingin menunjukkan pada seluruh lapangan bahwa aku miliknya.Bibirnya menekan bibirku dengan kasar. Giginya menggigit bibir bawahku cukup keras untuk membuatku tersentak sakit, tapi tidak cukup untuk membuatku mendorongnya. Lidahnya masuk tanpa permisi, menjelajahi mulutku dengan agresif, seperti sedang membersihkan jejak ciuman Adrian dan Sebastian dari bibirku.Aku terkejut. Awalnya aku membeku tapi kemudian sesuatu di dalam diriku merespon.Tanganku yang tadinya terkulai perlahan naik ke dadanya. Aku meremas kemeja putihnya yang bersih. Aku membalas ciumannya tidak seagresif dia, tapi

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 49

    Keesokan harinya. Hari ini aku akan pergi ke tempat golf bersama Leon. Aku akan bertemu Adrian dan Sebastian lagi.Leon sudah berdiri di depan cermin, memakai pakaian golf berwarna putih bersih. Celana kain panjang, polo shirt lengan pendek, sepatu golf mahal berwarna hitam. Dia terlihat tampan, setampan biasanya, tapi dengan aroma yang sedikit lebih santai."Kamu pakai itu?" tanyanya sambil menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki."Ada yang salah?" tanyaku."Kamu akan kedinginan.""Aku tidak kedinginan."Leon menghela napas. Dia melepas jaket golfnya, jaket putih tipis berbahan katun dan melemparkannya ke arahku."Pakai itu."Aku terkejut. "Tapi ini jaketmu...""Kamu istriku, meskipun di atas kertas. Aku tidak mau kamu kedinginan dan menangis lagi."Aku tersenyum kecil. "Baik."Tempat golf itu ternyata milik Sebastian.Begitu mobil masuk melalui gerbang besar, aku melihat papan nama marmer hitam.Luas sekali, hamparan rumput hijau membentang sejauh mata memandang. Pohon-pohon r

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 48

    Kami masih berpelukan ketika suara langkah kaki menghentak di ujung koridor.Aku tidak perlu menoleh untuk tahu siapa itu. Aku sudah mengenal langkah itu sejak dua tahun lalu, tegas, terukur, berat. Langkah kaki yang selalu membuat para pembantu lain bersembunyi di balik pintu.Leon.Aku melepaskan pelukan Adrian dan Sebastian dengan gerakan cepat.Leon berdiri di ujung koridor, tepat di bawah lampu darurat yang menyala redup."Ana, pulang," katanya.Aku tidak bergerak. Kakiku terasa kaku.Adrian menyandarkan tubuhnya ke dinding lagi, tangannya masuk ke saku celana. Wajahnya yang tadinya serius sekarang berubah menjadi santai."Leon, jangan terlalu galak padanya. Kami akan membawanya pulang kalau kamu terus begitu," kata Adrian.Leon tidak menjawab. Matanya tetap tertuju padaku seperti Adrian tidak ada di sana.Sebastian berdiri di sampingku, tangannya masih di pinggangku."Kami serius," kata Sebastian.Leon mendekat. Langkah kakinya yang berat bergema di koridor yang sempit. Aroma pa

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 47

    Acara makan malam akhirnya selesai.Leon meraih lenganku. "Aku ke toilet sebentar. Tunggu di mobil."Aku mengangguk. Aku berjalan keluar ruangan VIP menuju lorong panjang menuju tempat parkir tapi entah kenapa, aku berbelok ke arah yang salah.Aku masuk ke kamar mandi wanita di ujung lorong.Dan di sana, mereka berdiri.Adrian.Sebastian.Adrian bersandar pada dinding, tangan di saku celana.Sebastian berdiri di sampingnya, tangan dilipat di dada. "Adrian, Sebastian."Adrian berjalan mendekat dengan langkah pelan, seperti predator yang mendekati mangsanya. Tapi matanya-matanya tidak menakutkan. Matanya penuh dengan sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan."Apa yang kalian lakukan di sini?" tanyaku."Menunggumu," kata Sebastian singkat."Kenapa?"Adrian berhenti tepat di depanku. Jarak kami hanya beberapa sentimeter."Kami rindu kamu, Sayang," bisiknya."Kalian menghilang dan tidak ada kabar. Aku menelepon kalian-tidak diangkat dan mengirim pesan-tidak dibalas. Aku bertanya-tanya apa kal

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 46

    Beberapa hari berlalu sejak Leon pulang dari luar negeri. Aku masih tinggal di kamarnya-entah sejak kapan, aku sudah tidak kembali ke kamar kecilku lagi. Pakaianku pindah ke lemari di sudut kamarnya. Sisirku ada di meja riasnya. Bahkan buku novel lamaku sekarang tergeletak di nakas samping tempat tidurnya. Tapi Adrian dan Sebastian? Mereka menghilang. Ponselku tidak pernah berdering dengan nama mereka lagi. Adrian yang biasanya mengirim pesan selamat pagi setiap hari-kini diam. Sebastian yang selalu menawarkan diri menjemputku untuk olahraga-kini tidak ada kabar. Aku mencoba menghubungi Adrian dua hari lalu. Teleponnya tidak diangkat. Aku mencoba menghubungi Sebastian kemarin. Pesanku hanya centang satu. Apakah mereka bosan padaku? Apakah mereka sudah menemukan gadis lain? Apakah aku hanya mainan yang bisa dibuang begitu saja? ** Malam itu, Leon mengajakku keluar. "Ganti baju," katanya sambil berdiri di depan cermin, merapikan dasi hitamnya. "Pakai gaun yang bagus." Aku dud

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status