分享

Bab 96

last update publish date: 2026-08-01 19:30:14

"Tender dimenangkan oleh Anderson Group?!"

Mata Thomas seketika menyalang lebar, dipenuhi kilat amarah yang membakar.

Suaranya menggelegar memenuhi seluruh sudut ruang kerja megahnya di lantai atas gedung Theodore Group.

BRAK!

Thomas menggebrak meja kerja kayunya dengan telapak tangan hingga beberapa berkas, pena emas, dan cangkir kopi di atasnya berguncang hebat.

Mukanya merah padam, napasnya memburu kasar bagaikan banteng yang siap mengamuk.

"Bangsat! Sialan! Keparat!" umpat Thomas bertubi-tu
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 97

    Tiga hari kemudian, kediaman utama keluarga Theodore tenggelam dalam suasana yang teramat tegang dan mencekam.Anthony Theodore—sang patriark utama yang ditakuti oleh seluruh anggota keluarga telah tiba di rumah.Dari balik pilar kayu besar di balik lorong lantai bawah, Selina berdiri kaku dan bersembunyi.Matanya mengintip ke arah ruang tengah yang megah, tempat di mana Thomas, Edgar, Luna, dan Rafael kini dikumpulkan dan berdiri dalam satu garis lurus di hadapan sofa utama.Di sana, duduk Anthony Theodore di atas kursi kebesarannya, menopang tangan pada tongkat berkepala perak dengan raut wajah tua yang begitu keras, dingin, dan sarat akan dominasi tanpa tanding."Jelaskan padaku sekarang, Thomas," suara bariton Anthony yang dalam meluncur kaku, memotong keheningan ruangan bagaikan bilah pisau."Kenapa selama dua tahun terakhir ini kau selalu gagal mendapatkan tender besar? Kenapa kolega-kolega lama kita kehilangan kepercayaan pada Theodore Group hingga mereka memilih untuk mengalih

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 96

    "Tender dimenangkan oleh Anderson Group?!"Mata Thomas seketika menyalang lebar, dipenuhi kilat amarah yang membakar.Suaranya menggelegar memenuhi seluruh sudut ruang kerja megahnya di lantai atas gedung Theodore Group.BRAK!Thomas menggebrak meja kerja kayunya dengan telapak tangan hingga beberapa berkas, pena emas, dan cangkir kopi di atasnya berguncang hebat.Mukanya merah padam, napasnya memburu kasar bagaikan banteng yang siap mengamuk."Bangsat! Sialan! Keparat!" umpat Thomas bertubi-tubi dengan deretan kata-kata kotor yang meluncur kasar dari mulutnya."Bagaimana bisa perusahaan bajingan itu merebut proyek sektor utara dari tangan kita?!"Rafael yang duduk di sofa tamu ruangan itu menatap ayahnya yang sedang berada dalam puncak emosi tergelapnya.Aura di dalam ruangan terasa teramat mencekam dan memuakkan. Rafael sendiri tidak kalah terpukul dan frustrasi.Proyek pengembangan kawasan bisnis terpadu sektor utara adalah proyek raksasa terakhir yang dia awasi dan kejar mati-mati

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 95

    "Apa tanganmu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu, hah?!" bentak Edgar dengan suara baritonnya yang menggelegar dan sarat akan amarah yang meluap.Edgar terpaksa melepaskan Selina dari kurungannya, menatap Samuel dengan pandangan mata yang seolah siap menguliti sahabatnya itu hidup-hidup.Suasana erotis nan tegang yang baru saja terbangun di antara Edgar dan Selina seketika buyar tak berbekas.Selina yang posisinya mendadak terbebas langsung memundurkan langkahnya cepat-cepat. Wajahnya memerah padam hingga ke balik kerah kemejanya.Dia selalu merasa teramat malu setiap kali berhadapan dengan Samuel, apalagi posisi mereka beberapa detik lalu sungguh sangat absurd dan berani untuk ukuran sebuah ruang kerja di lokasi proyek.Selina merapikan kemejanya yang agak kusut dengan jemari yang gemetar hebat, berusaha keras menghindari kontak mata dengan siapa pun di dalam ruangan.Samuel yang berada di ambang pintu justru sama sekali tidak merasa

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 94

    Pintu kaca kantor direksi akhirnya tertutup rapat pasca-kepergian Stella yang melangkah keluar dengan raut wajah hancur menahan malu.Kini, hanya tersisa Edgar dan Selina di dalam ruang kerja yang ber-AC dingin tersebut.Keheningan yang sempat menggantung di udara terasa lebih rileks dibandingkan ketegangan sebelumnya.Selina melangkah maju, lalu meletakkan map dokumen inspeksi di atas meja kerja Edgar.Namun, alih-alih langsung membahas angka-angka di dalam laporan, Selina memberanikan diri membuka percakapan mengenai kejadian yang baru saja berlangsung."Tampaknya Nona Stella sangat menyukaimu," ucap Selina seraya menatap Edgar yang kini sibuk membuka lembaran berkas."Bahkan sepertinya dia sudah memendam perasaan itu sejak lama."Edgar tidak memindahkan pandangannya dari kertas di hadapannya.Pria itu menyahut dengan intonasi datar, seolah topik yang dibicarakan Selina adalah hal paling membosankan di dunia. "Biarkan saja. Aku tidak peduli dengan hal itu."Selina memiringkan kepala

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 93

    Keesokan paginya, suasana di kantor direksi proyek luar kota itu terasa teramat dingin dan mencekam.Selina berdiri tegak di samping meja kerja Edgar dengan pakaian formal yang sangat rapi, membawa map laporan inspeksi yang siap untuk ditandatangani.Namun, ketenangan di ruangan itu seketika terusik ketika pintu kaca terdorong terbuka dan sosok Stella melangkah masuk dengan gaya anggun yang penuh dengan kepura-puraan.Pagi ini Stella mengenakan dress pas badan berwarna krem yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas.Wajah cantiknya sudah dipoles makeup sempurna, dan senyuman manis nan menggoda langsung terukir di bibirnya begitu matanya menangkap keberadaan Edgar yang sedang duduk di kursi kebesarannya.Tanpa memedulikan kehadiran Selina yang berdiri hanya beberapa langkah dari sana, Stella melangkah percaya diri mendekati meja Edgar.Aroma parfum bunganya yang menyengat seketika memenuhi sudut ruangan."Selamat pagi, Edgar," sapa Stella dengan nada suara yang sengaja dibuat men

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 92

    Tubuh Selina masih bergetar hebat di atas sprei yang kusut, kejang pasca-klimaks yang baru saja menghantamnya membuat dadanya naik turun dengan napas yang memburu.Peluh halus membasahi kening dan lehernya, sementara pandangan matanya sayu, menatap pasrah pada sosok tegap yang masih mengungkungnya dari atas.Edgar tidak memberikan jeda satu detik pun bagi Selina untuk memulihkan kesadaran.Pria itu menatap liarnya pelepasan Selina dengan kilat kepuasan yang teramat pekat di mata elangnya.Senyuman miring yang begitu dominan terukir di bibirnya, seolah gairah di dalam dirinya justru makin terbakar melihat betapa mudahnya dia meruntuhkan pertahanan wanita itu.Tanpa membuang waktu, Edgar melepaskan celananya dalam satu sentakan tegas.Miliknya yang sudah menegang keras dan berurat menempel panas di paha dalam Selina, menuntut ruang untuk segera amblas ke tempat paling hangat."Kau melayang begitu cepat hanya karena jariku, Selina," bisik Edgar dengan suara baritonnya yang teramat serak

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 3: Ada yang Membelanya

    Selina buru-buru bangkit berdiri dan mengabaikan rasa perih yang menjalar di pergelangan kakinya. Dia lalu melemparkan kain handuk di tangannya ke atas lantai dengan gerakan panik, dan memalingkan wajahnya sejauh mungkin hingga menyentuh bahunya sendiri.“M-maaf! Aku benar-benar tidak sengaja, Pama

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 2: Pertemuan yang Mengejutkan

    “Pergi ke kamar paling ujung di sayap barat. Ambil semua pakaian kotor di sana dan cuci sampai bersih!” perintah Luna tanpa memandang wajah lelah menantunya.Selina mengerutkan keningnya sembari menahan rasa perih yang menjalar dari telapak kakinya karena terlalu banyak pekerjaan yang dia kerjakan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 1: Bukan Menantu Idaman

    “Sudah satu bulan kita menikah, tapi kau tidak pernah mau menyentuhku, Rafael.”Selina akhirnya menyuarakan apa yang selama ini selalu dia pendam. Kalimat itu lolos bersama remasan kuat pada jemarinya sendiri. Sebulan penuh dia terjebak dalam keheningan yang menyiksa, mengubur pertanyaan yang terus

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 7: Bisa Melakukannya denganku

    Selina menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menciptakan penolakan di antara deru napas mereka yang saling berkejaran. Jantungnya bertalu begitu keras hingga dia yakin Edgar bisa mendengarnya dengan jelas. Jarak yang terlampau kikis ini membuat akal sehatnya perlahan menguap, digantikan ol

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status