Share

Bab 56

Penulis: Olivia Yoyet
last update Tanggal publikasi: 2026-07-11 12:25:06

56

Lova tiba di rumah Wirya, beberapa saat sebelum magrib. Pria itu memaksa Lova untuk menginap di sana selama beberapa hari ke depan, hingga semua perabotan tiba di kediaman gadis tersebut.

Lova dan Renida duduk berdampingan di sofa ruang tamu. Mereka menunggu Wirya yang tengah menelepon seseorang, sambil mengetuk-ngetukkan jemarinya ke meja.

Setelah Wirya usai menelepon, dia mengambil lembaran kertas dari laci, dan meminta Lova untuk membaca detailnya, sebelum menandatangani surat itu.

"Eh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 93

    93Yao Scott memerhatikan para ajudan senior di sekelilingnya. Putra sulung keluarga Yao itu membatin, jika rekan-rekannya itu tidak ada yang tidak terluka. Semuanya menderita memar, bahkan ada yang luka cukup parah.Tatapan Yao Scott berhenti pada pasien di ranjang. Lelaki muda itu terlihat pucat kesi, seusai mengalami dua tusukan dalam di paha dan perutnya. Yao Scott membisikkan sesuatu pada Muyang, yang membalas dengan anggukan.Yao Scott mendekati sekelompok orang yang merupakan keluarga dan kerabat Herjuno. Yao Scott berdeham untuk menarik perhatian orang-orang tersebut, sebelum dia merunduk untuk memberi hormat, yang segera dicegah Mahesa."Aku memberi penghormatan pada kalian, sebagai ucapan terima kasih, sekaligus penyesalan terdalamku, hingga Herjuno terluka parah," tutur Yao Scott setelah menegakkan badannya."Tuan tidak perlu menghormat," sahut Mahesa dalam bahasa Inggris. "Adikku terluka, itu sudah takdirnya," lanjutnya. "Pakai bahasa Mandarin, Sa," goda Zulfi.Mahesa men

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 92

    92 "Mas, bisa tolong obatin?" tanya Aditya, seusai melepaskan jaketnya.Fachri menyambangi Ajudan Selembe dan memeriksa luka di sepanjang lengan kanan pria tersebut. "Duduk dulu, Om," ucapnya, sembari berdiri dan memberikan kursinya "Kena apa ini?" desaknya sambil mengamati luka itu."Pedang pendek Ruan Haakon," terang Aditya."Aku bersihkan dulu. Tahan, ya. Agak perih." Dokter muda itu meraih botol alkohol dan gumpalan kapas, serta kasa. "Zid, tolong ambilkan obat luka," pintanya, sebelum memulai tugasnya. Aditya meringis menahan perih saat lukanya dibersihkan. Dia mengaduh ketika Fachri menekan area paling dalam dengan kasa, supaya bagian itu bisa dibersihkan secara maksimal.Bayazid mendekat sambil membawa cairan obat tradisional Tiongkok. Setelah Fachri mundur, Bayazid mengoleskan obat itu ke tangan Aditya, dengan hati-hati. "Bang, Ruan Haakon, di mana?" tanya Mahesa, yang baru meletakkan Ruan Eadwald ke kasur tipis."Kukunci di container belakang," jelas Aditya dengan santai.

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 91

    91Suasana di sekitar area gudang Yao Company, di timur Kora Shanghai, dini hari itu sangat sunyi. Belasan petugas keamanan yang berjaga di sana, bergantian mengelilingi area sekitar dengan menggunakan motor listrik. Supaya bisa meminimalisir suara kendaraan saat bertugas.Detik bertukar menjadi menit. Ratusan pasang mata mengawasi layar besar di dalam gudang utama, yang menampilkan video dari empat penjuru area luar, sekaligus jalanan di sekitarnya. Tidak ada seorang pun yang urun suara. Mereka menghemat tenaga dan tetap diam, sambil sekali-sekali berbincang di grup pesan. Beberapa lampu kendaraan muncul dari sisi utara. Sebagian orang itu berdiri, lalu melemaskan tangan dan kaki. Sha Jun Hui memerintahkan anak buahnya untuk keluar dari pintu samping kiri. Sedangkan kelompok kedua pimpinan Yin Sueh-yn, keluar dari pintu kanan.Puluhan perempuan yang sejak tadi bersembunyi di sepanjang balkon lantai dua, mendengarkan arahan Zikria, melalui alat khusus di telinga masing-masing. Puspa

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 90

    90Asmiratih dan Ferlita, memandangi puluhan orang berjaket biru tua yang tengah bergerak memasuki kereta api cepat. Kedua perempuan tersebut berdoa setulus hati, agar rekan-rekan mereka bisa selamat dan sanggup menuntaskan tugas dengan baik.Ferlita mengajak Asmiratih kembali ke mobil. Langkah mereka diikuti kedua kru film yang merupakan sahabat Zhu Hadwin, yang bertugas menjaga keselamatan Asmiratih serta Ferlita. Kereta api beranjak meninggalkan stasiun Kota Nanxun sesuai jadwal. Satu gerbong yang diborong tim PBK, menjadikan penumpang lain bertanya-tanya tentang identitas mereka. Sepanjang perjalanan itu, Zikria tidur. Dia mencuri waktu istirahat, untuk merecharge tenaga. Guna bersiap-siap menghadapi pertempuran di titik tujuan.Setibanya di stasiun Shanghai, rombongan PBK dijemput Li Fengjun yang memang bertugas di sana. Koko tertua Li Mye Na tersebut mengajak mereka menaiki bus Hotel CJC, lalu dia menerangkan pada Zikria, tentang kesiapan anggota mereka di lokasi. Li Fengjun j

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 89

    89Lova terhenyak dan tidak langsung menyahut. Dia menduga jika Aiden mendengar berita itu dari Reksa atau Dodi, karena hanya kedua pria itu yang pernah melihat foto Rizqan. "Ehm, maksudnya, Mas Rizqan, ya?" Lova balik bertanya. "Aku nggak tahu namanya, tapi kata Dodi, dia owner hotel di Yunani. Betul?" desak Aiden.Lova mengangguk mengiakan. "Itu benar, dan dia memang pacarku." Raut wajah Aiden seketika berubah muram. "Berarti, nggak ada kesempatan buatku." "Apa?" Aiden menatap perempuan di tepi kiri itu dengan saksama. "Aku suka kamu." Lova mengerjapkan matanya, karena sangat kaget dengan pernyataan pria berkemeja hitam motif garis-garis putih tersebut. "Ehm, sorry, aku nggak tahu." Aiden menggeleng pelan. "Enggak apa-apa. Aku memang telat ngomong ke kamu." "Boleh, aku tahu? Sejak kapan Mas suka sama aku?" "Lama banget. Kayaknya setahunan." "Kenapa nggak bilang?" "Aku nggak enak sama Reksa. Dia pernah bilang lagi naksir kamu. Jadinya aku diam aja." Lova tercenung sesaat.

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 88

    88*Grup GUNZ Indonesia*Andri : @Satya, Daebak! Harzan : Baru kali ini, orang ngajuin proposal, belum dibaca isinya, tapi langsung disetujui presdir kita.Haryono : Kenapa aku endak kepikiran, gitu, ya? Benigno : Aku bingung. Antara mau muji Satya, atau W. Mereka sama-sama sarap. Kimora : Ayah Kiddos memang the best! Andara : Aku padamu, @Abang ipar. Puspa : Aku mau muji Satya aja. Keren bingits! Dahlia : @Satya, luar biasa! Namira : Tembak langsung ke Ayah W. No basa basi. Mantap! Fatma : Aku salut sama dua-duanya. Lova : Ada apa ini? Aku baru lihat chat. Divija : Bang Satya ngajuin proposal bayangan ke Ayah W. Belum dibaca, tapi langsung disetujui, @Kak Lova. Lova : MasyaAllah. Hebat banget!Dimas : Aku mau gitu juga, deh. Dilara : @Abang kesayangan. Aku ngajuin proposal pake telepati. Agnia : @Kak Dilara, tiap muncul, pasti bikin ngikik.Arista : @Abang selingkuhan. Aku ajuin proposal lewat jalur orang dalam. Alias nyodorin ke Mamados. Rinjani : @Engkoh Kekasihku. Ya

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 02

    02Bulan bertukar dengan cepat. Asmiratih berhasil mengerjakan semua tugasnya lebih awal 2 bulan dari waktu yang telah disepakati. Dia menolak semua tawaran pekerjaan tambahan, karena ingin kembali ke profesi awalnya sebagai bodyguard lady. Asmiratih dan Ferlita segera mengemasi semua barang merek

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 01 - Penolakan

    01"Dek, nikah, yuk!" ajak Zikria Hafidz Shiddique. Asmiratih Kirania Bryatta tertegun sesaat, lalu dia menyahut, "Nggak mau." Raut wajah semringah yang semula ditampilkan Zikria, mendadak berubah masam. Pria berkumis tipis itu mengamati perempuan yang telah menjadi kekasihnya, sejak 2 tahun sila

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 07

    07Kehadiran Zikria di kamar perawatannya sore itu, ditanggapi Lova dengan dingin. Dia mengabaikan Zikria yang tengah berbincang dengan Papa dan mamanya. Akan tetapi, ketika Zikria menyebut tentang keinginan Wirya untuk bertemu dengan Shaka, Lova sontak memandangi pria beralis tebal, yang telah m

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 06

    06Asmiratih menunduk sambil memilin jemari di pangkuannya. Gadis berkulit putih itu masih syok, seusai mendengarkan penjelasan Shaka, tentang penyakit yang diderita Lova, sejak 2 tahun terakhir. Asmiratih tidak menyangka bila Lova tengah berjuang untuk memulihkan kondisinya, seusai operasi yang di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status