Home / Romansa / MAHAR TANPA CINTA / SHASI SAMA DENGAN ILHAM

Share

SHASI SAMA DENGAN ILHAM

Author: yanktie ino
last update publish date: 2026-06-23 08:19:17

“Apa kamu menyebutkan itu dan dia merasa kecewa?” cecar Nayaka. Sehabis bicara dengan profesor Sihombing, Yaka sengaja mencari info apa yang terjadi siang tadi sehingga Shasi menjauhinya.

“Sepertinya begitu Bang. Dia merasa kecewa karena tidak tahu jati diri Abang siapa,” ucap Naura. Dia menyesal mengatakan apa yang selama ini ditutupi oleh Yaka.

“Kamu kan tahu dia itu tidak silau sama harta. Aku yakin setelah dia tahu bahwa aku pemilik hotel ini dan hotel yang lain, aku pemilik

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MAHAR TANPA CINTA   AKU DADDYNYA!

    ”Kenapa belok sini?” tanya Nisha saat mereka akan masuk di parkiran rumah sakit.“Kita perlu beli tissue basah, juga sandal jepit untuk ke kamar mandi, serta beberapa hal lain seperti pembalut,” kata Yaka.‘Astagfirullah. Sampai pembalut pun dia perhatian. Padahal aku sampai lupa!’pikir Nisha. Kosentrasinya hanya pada kondisi Naffa.“Malam ini pasti Ujang belum antar keperluan mandi kita, setidaknya kita butuh sikat gigi untuk malam ini,” lanjut Yaka lagi.“Mommy mau turun atau Daddy saja yang beli?”“Aku saja yang beli. Kamu nggak tahu merk apa yang biasa aku pakai,” jawab Nisha.“Ya sudah, ayo kita turun saja,” Yaka keluar mobil.“Kamu ambil yang kamu butuh, aku enggak tahu sabunmu juga odolmu. Aku ambil yang aku butuh. Jadi kita menghemat waktu,” ucap Nisha.Tanpa banyak protes Yaka melakukan apa yang Nisha minta. D

  • MAHAR TANPA CINTA   SIAPA LELAKI ITU?

    “Wa’alaykum salam Bang,” kata Ujang saat mereka baru keluar rumah belum naik mobil. Ternyata Yaka menghubungi Ujang.“Jang tolong video call dulu, Abang ingin bicara sama Alan,” pinta Yaka.“Abang Alan, daddy telepon nih,” kata Ujang memberitahu Zahran kalau Yaka mencarinya.Zahran yang sudah siap mau naik mobil sang kakek langsung berlari menuju ke mobil bundanya yang akan dikendarai oleh Ujang.“Daddy!” teriak Zahran melihat sosok daddynya ada di layar ponsel.“Mana salamnya Sayang?” kata Yaka lembut.“Assalamu'alaykum Daddy aku,” kata Zahran dengan manisnya“Wa’alaykum salam gantengnya Daddy. Kamu mau ke mana?” tanya Yaka“Kata paman aku mau pulang, nanti aku bisa ketemu Daddy asal aku nggak rewel,” jelas Zahran.“Benar, kamu tidak boleh rewel. Jagoan Daddy tidak boleh rewel. Kamu nurut apa kata paman. Bes

  • MAHAR TANPA CINTA   AKI KENAL DADDY AKU?

    “Sebaiknya kamu pulang Jang, ambil semua barang tetehmu, nanti kita langsung ketemu di Rumah Sakit Jakarta saja. Kalau bisa bawa Zahran ke rumah Jakarta, sehingga kita tidak sulit ketemu dia. Nanti sesekali Zahran bisa aku tengok atau dibawa ke rumah sakit untuk bertemu dengan mommynya. Mungkin kita bisa lihat di parkiran. Yang penting dia tidak dibawa masuk ke ruang rawat,” Nayaka langsung mengambil alih kepemimpinan agar semua berjalan baik.Dalam kondisi seperti ini memang harus ada yang bisa membuat keputusan, saat yang lain blank.“Benar, sebaiknya kami pulang saja,” jawab Lastyanto.“Nanti biar Bapak dan ambu juga ikut ke Jakarta. Kami juga harus packing dulu tentunya,” ucap lelaki itu memutuskan. Dia tak mau putrinya menghadapi kesulitan ini sendiri.“Kalau begitu kami pulang dulu Bang. Kita langsung bertemu di Jakarta saja. Saya akan taruh Zahran di rumah dulu baru ke rumah sakit ya,” ucap Ujang.“Kamu bawa mobil tetehmu,” ucap Lastyanto pada Ujang. Dia tahu Nisha akan bersama

  • MAHAR TANPA CINTA   MINTA PINDAH RUMAH SAKIT

    “Teteh minum dulu, ini teh panasnya. Jangan sampai perut Teteh kosong. Nanti bisa bahaya,” Ujang memberikan teh hangat yang dia beli barusan.“Bagaimana kondisinya?” tanya seorang lelaki gagah saat tiba di IGD. Nisha mengangkat wajahnya mendengar suara itu suara yang dia hafal.“Bapak, ini Abang Yaka. Dia teman kami di Singapura dan buat Naffa dia adalah daddynya,” Ujang memperkenalkan Nayaka kepada bapaknya. Dengan takzim Nayaka langsung memberi salam pada orang tua tersebut.“Kapan kamu datang dari Singapura? Kok tiba-tiba sudah bisa di sini?” tanya Lastyanto.“Saya datang kemarin pagi Pak, saya cari ke rumahnya, kata orang rumah anak-anak belum kembali dari Singapura. Makanya saya bingung. Saya tidak tahu alamat di Banten sehingga saya hanya menunggu kabar dari Ujang saja. Dua jam lalu Ujang mengabari bahwa Naffa kecelakaan,” jawab Yaka.“Maaf saya bertemu dengan Shasi dulu,

  • MAHAR TANPA CINTA   DIAM-DIAM LAPOR PADA YAKA

    ”Ambu, tolong bilang ke bapak dan Ujang. Kasih tahu kondisi Naffa saat ini,” pinta Nisha lirih.Tanpa disuruh dua kali Raihana langsung menghubungi suaminya.Lastyanto yang sedang menunggu Ujang membaca berkas, menerima telepon itu di luar ruang tamu rumah ibu notaris yang mereka datangi.Tentu saja Lastyanto tak percaya saat ini Raihana dan Nisha sedang membawa Naffa ke rumah sakit. Yang menyetir memang Nisha. Raihana memangku Naffa yang sudah tak sadarkan diri akibat tertabrak motor. Itu sebabnya yang menelepon Raihana.≈≈≈≈≈“Jangmaaf sepertinya kamu harus cepat-cepat tanda tangan,” ucap Lastyanto ketika masuk kembali.“Kenapa Pak?” tanya Ujang.“Naffaketabrak dan saat ini dia sedang dibawa Nisha ke rumah sakit,” ucap kakeknya Naffa dengan lirih. Dia memikirkan cobaan yang kembali mendera Nisha.“Kalau begitu kita sudahi saja dulu Bu,” kata Ujang pada notaris yang mereka datangi.“Baik …. baik, seles

  • MAHAR TANPA CINTA   MUSIBAH UNTUK NAFFA

    Ujang dan Lastyanto memang datang ke rumah notarisnya bukan hari kerja. Mereka datang hari Sabtu dan hari Minggu karena baru semalam Ujang datang dari Singapore.Besok mereka tetap harus datang hari Senin tapi Ujang akan minta hari ini selesai tanda tangan jadi besok biar bapaknya saja yang urus ke kantor notaris saat hari Senin. Dia kasihan sama Naffa dan Zahran yang sudah dua minggu tidak sekolah walau sebelumnya memang Naffa juga beberapa kali tidak masuk karena dia tidak suka dengan lingkungan teman-temannya.Naffa merasa sekolah itu berarti akan bertemu Menik. Walau sudah diberitahu bahwa dia sudah pindah sekolah, tidak satu sekolah dengan Menik lagi, tetapi dalam benak Naffa sekolah itu identik dengan Menik. identik dengan perebut ayahnya!”Itu sebabnya Ujang ingin selalu membantu kakaknya, jangan sampai kakaknya merasa sendirian menghadapi kesulitan hidupnya saat ini.≈≈≈≈≈Ujang

  • MAHAR TANPA CINTA   DINNER AT ROOF TOP

    “Teteh ini nggak salah fasilitas yang dia kasih buat lawyernya? Dari tiket pesawat saja sudah bukan yang kelas ekonomi, hotelnya kayak begini. Seberapa besar sih usahanya dia? Belum lagi bayaran Teteh yang dia iya-in tanpa tawar padahal Teteh sengaja sudah kasih nominal jauh diluar angka bi

  • MAHAR TANPA CINTA   DZAKIYAH HERMAWAN JATUH HATI PADA NISHA

    “Tidak, putri saya tidak menginap di sini. Dia kan punya anak dua. Pagi-pagi tentu sibuk meladeni mereka bersiap sekolah. Mungkin sebentar lagi menantu saya yang ke sini menjemput saya sehabis dia mengantar anak-anak sekolah.”“Mengapa Ibu tidak tinggal bersama mereka?&rd

  • MAHAR TANPA CINTA   SIAP BERTEMPUR BESOK

    “Aku rasa untuk sidang pertama besok aku siap, semoga sidang berikutnya waktunya lebih fleksibel. Aku kalau harus pulang pergi terus rasanya tidak enak karena kamu terlalu besar beban biayanya. Aku ingin sidang marathon langsung selesai, beres. Besok aku akan usulkan pada hakim ketuanya biar bisa m

  • MAHAR TANPA CINTA   PERTEMUAN NISHA DAN NAURA

    Widyawati ingat anak terbesar Dhani berumur 10 tahun yang bernama Hanum, dia sudah mencatat semuanya. Hanum berusia 10 tahun, Sekar berumur 8,5 tahun, lalu satu-satunya lelaki yaitu Rezky berumur 7 tahun lalu nomor empat Menik yang seumuran dengan Naffa 5,5 tahun dan terakhir si bungsu Pusp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status