Share

YEEEAAAAYYY!

Author: yanktie ino
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-20 08:47:43

Nisha pulang bersama Naura, dia sengaja naik mobil Naura walau Naura dan Nayaka sama-sama menyuruh Nisha pulang bersama dengan Nayaka saja. Tentu saja Nayaka tak berani memaksa.

“Papa, Bunda!” teriak Zahran ketika melihat Nayaka dan Naura serta Nisha tiba di rumah Naura.

“Wow anak Papa sudah mandi?” ucap Nayaka pada Zahran yang berlari menghampirinya. Seorang nanny mengikuti dari belakang, seorang lagi mengikuti Naffa jadi tak ikut ke depan.

“Sudah aku sudah mandi. Aku habis berenang sama nanny
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MAHAR TANPA CINTA   SIAPA LELAKI ITU?

    “Wa’alaykum salam Bang,” kata Ujang saat mereka baru keluar rumah belum naik mobil. Ternyata Yaka menghubungi Ujang.“Jang tolong video call dulu, Abang ingin bicara sama Alan,” pinta Yaka.“Abang Alan, daddy telepon nih,” kata Ujang memberitahu Zahran kalau Yaka mencarinya.Zahran yang sudah siap mau naik mobil sang kakek langsung berlari menuju ke mobil bundanya yang akan dikendarai oleh Ujang.“Daddy!” teriak Zahran melihat sosok daddynya ada di layar ponsel.“Mana salamnya Sayang?” kata Yaka lembut.“Assalamu'alaykum Daddy aku,” kata Zahran dengan manisnya“Wa’alaykum salam gantengnya Daddy. Kamu mau ke mana?” tanya Yaka“Kata paman aku mau pulang, nanti aku bisa ketemu Daddy asal aku nggak rewel,” jelas Zahran.“Benar, kamu tidak boleh rewel. Jagoan Daddy tidak boleh rewel. Kamu nurut apa kata paman. Bes

  • MAHAR TANPA CINTA   AKI KENAL DADDY AKU?

    “Sebaiknya kamu pulang Jang, ambil semua barang tetehmu, nanti kita langsung ketemu di Rumah Sakit Jakarta saja. Kalau bisa bawa Zahran ke rumah Jakarta, sehingga kita tidak sulit ketemu dia. Nanti sesekali Zahran bisa aku tengok atau dibawa ke rumah sakit untuk bertemu dengan mommynya. Mungkin kita bisa lihat di parkiran. Yang penting dia tidak dibawa masuk ke ruang rawat,” Nayaka langsung mengambil alih kepemimpinan agar semua berjalan baik.Dalam kondisi seperti ini memang harus ada yang bisa membuat keputusan, saat yang lain blank.“Benar, sebaiknya kami pulang saja,” jawab Lastyanto.“Nanti biar Bapak dan ambu juga ikut ke Jakarta. Kami juga harus packing dulu tentunya,” ucap lelaki itu memutuskan. Dia tak mau putrinya menghadapi kesulitan ini sendiri.“Kalau begitu kami pulang dulu Bang. Kita langsung bertemu di Jakarta saja. Saya akan taruh Zahran di rumah dulu baru ke rumah sakit ya,” ucap Ujang.“Kamu bawa mobil tetehmu,” ucap Lastyanto pada Ujang. Dia tahu Nisha akan bersama

  • MAHAR TANPA CINTA   MINTA PINDAH RUMAH SAKIT

    “Teteh minum dulu, ini teh panasnya. Jangan sampai perut Teteh kosong. Nanti bisa bahaya,” Ujang memberikan teh hangat yang dia beli barusan.“Bagaimana kondisinya?” tanya seorang lelaki gagah saat tiba di IGD. Nisha mengangkat wajahnya mendengar suara itu suara yang dia hafal.“Bapak, ini Abang Yaka. Dia teman kami di Singapura dan buat Naffa dia adalah daddynya,” Ujang memperkenalkan Nayaka kepada bapaknya. Dengan takzim Nayaka langsung memberi salam pada orang tua tersebut.“Kapan kamu datang dari Singapura? Kok tiba-tiba sudah bisa di sini?” tanya Lastyanto.“Saya datang kemarin pagi Pak, saya cari ke rumahnya, kata orang rumah anak-anak belum kembali dari Singapura. Makanya saya bingung. Saya tidak tahu alamat di Banten sehingga saya hanya menunggu kabar dari Ujang saja. Dua jam lalu Ujang mengabari bahwa Naffa kecelakaan,” jawab Yaka.“Maaf saya bertemu dengan Shasi dulu,

  • MAHAR TANPA CINTA   DIAM-DIAM LAPOR PADA YAKA

    ”Ambu, tolong bilang ke bapak dan Ujang. Kasih tahu kondisi Naffa saat ini,” pinta Nisha lirih.Tanpa disuruh dua kali Raihana langsung menghubungi suaminya.Lastyanto yang sedang menunggu Ujang membaca berkas, menerima telepon itu di luar ruang tamu rumah ibu notaris yang mereka datangi.Tentu saja Lastyanto tak percaya saat ini Raihana dan Nisha sedang membawa Naffa ke rumah sakit. Yang menyetir memang Nisha. Raihana memangku Naffa yang sudah tak sadarkan diri akibat tertabrak motor. Itu sebabnya yang menelepon Raihana.≈≈≈≈≈“Jangmaaf sepertinya kamu harus cepat-cepat tanda tangan,” ucap Lastyanto ketika masuk kembali.“Kenapa Pak?” tanya Ujang.“Naffaketabrak dan saat ini dia sedang dibawa Nisha ke rumah sakit,” ucap kakeknya Naffa dengan lirih. Dia memikirkan cobaan yang kembali mendera Nisha.“Kalau begitu kita sudahi saja dulu Bu,” kata Ujang pada notaris yang mereka datangi.“Baik …. baik, seles

  • MAHAR TANPA CINTA   MUSIBAH UNTUK NAFFA

    Ujang dan Lastyanto memang datang ke rumah notarisnya bukan hari kerja. Mereka datang hari Sabtu dan hari Minggu karena baru semalam Ujang datang dari Singapore.Besok mereka tetap harus datang hari Senin tapi Ujang akan minta hari ini selesai tanda tangan jadi besok biar bapaknya saja yang urus ke kantor notaris saat hari Senin. Dia kasihan sama Naffa dan Zahran yang sudah dua minggu tidak sekolah walau sebelumnya memang Naffa juga beberapa kali tidak masuk karena dia tidak suka dengan lingkungan teman-temannya.Naffa merasa sekolah itu berarti akan bertemu Menik. Walau sudah diberitahu bahwa dia sudah pindah sekolah, tidak satu sekolah dengan Menik lagi, tetapi dalam benak Naffa sekolah itu identik dengan Menik. identik dengan perebut ayahnya!”Itu sebabnya Ujang ingin selalu membantu kakaknya, jangan sampai kakaknya merasa sendirian menghadapi kesulitan hidupnya saat ini.≈≈≈≈≈Ujang

  • MAHAR TANPA CINTA   KEMBALI DIAM

    “Jang, besok pagi kita sarapan, lalu beli koper dan mainan anak-anak serta tambahan oleh-oleh untuk mamah, ambu dan bapak. Lalu kita packing dan langsung pulang ke Banten,” malam menjelang tidur Nisha memberitahu rencana perjalanan mereka besok.Ujang tak kaget. Dia sudah bisa menduga sejak malam tetehnya bicara dengan Yaka, sikap tetehnya tambah berubah. Awalnya sejak kakak perempuannya itu tahu kalau Yaka pemilik banyak usaha selain perusahaan yang dia bela kasusnya.“Iya Teh,” sahut Ujang. Dia tahu tak boleh memberitahu Yaka apa pun yang terjadi. ≈≈≈≈≈“Daddy!” panggil Naffa ketika mereka masuk ruang makan hotel untuk sarapan. Dia lihat sang daddy sudah lebih dulu di sana. Sedang makan kwetiauw dengan sedikit kuah dan irisan ayam merah.“Hai, kalian baru turun mau sarapan,” sapa Yaka tersenyum manis.“Iya, mommy bilang habis sarapan kami mau beli mainan dan oleh-oleh untuk enin,” balas Naffa antusias. Untung Nisha tak menyebutkan habis itu mereka akan pulang ke Banten.“Daddy engg

  • MAHAR TANPA CINTA   IBU RATU DZAKIYAH

    Fajar makan dengan malas, tapi dia tak mau sakit sehingga memaksakan diri makan malam. Fajar memandang dinding rumahnya. Rumah yang dia beli, walau sewa paviliun dekat kantor dia bayar enam bulan, tapi ketika dia sudah membeli rumah ini, dia langsung pindah dan mengisinya sedikit-sedikit.

  • MAHAR TANPA CINTA   FAJAR PATAH HATI

    Nayaka memperhatikan kedua anak Nisha, dia menanyakan apa mereka suka makan di tempat tinggi ini. Dia tunjukkan kota Singapore di waktu malam.“Tapi di sini ada sate kok, kalian kalau mau menu kambing juga ada sop iga kambing atau iga sapi ada,” ujar Nayaka saat ingat ada masak

  • MAHAR TANPA CINTA   DINNER AT ROOF TOP

    “Teteh ini nggak salah fasilitas yang dia kasih buat lawyernya? Dari tiket pesawat saja sudah bukan yang kelas ekonomi, hotelnya kayak begini. Seberapa besar sih usahanya dia? Belum lagi bayaran Teteh yang dia iya-in tanpa tawar padahal Teteh sengaja sudah kasih nominal jauh diluar angka bi

  • MAHAR TANPA CINTA   GAMBARAN KELUARGA KECIL YANG MANIS

    “Salim dulu sama Papa Yaka,” pinta Nayaka pada Zahran.Zahra langsung mencium tangan Nayaka. Tentu saja itu membuat Nayaka senang. Dia kecup pipi gembilnya Zahran.Nayaka berdiri dan mengangkat Zahran ada di gendongan kanannya, tentu saja Naffa sudah ada di gendongan sebelah kirinya.“Eh pak Nayak

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status